Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Asesmen Nasional (AN) di masa pandemi covid-19 memang memunculkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat. AN yang dijadikan standar atau evaluasi pembelajaran dinilai tidak tepat dilaksanakan saat ini lantaran hasilnya yang bisa dipastikan kurang kurang maksimal.
Pandemi covid-19 yang berlangsung lebih dari setahun telah berdampak parah pada sektor pendidikan. Banyak studi melaporkan pandemi menyebabkan kurangnya kesempatan belajar pada anak atau learning loss.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengatakan bahwa learning loss sebagai dampak pandemi tidak serta merta disama-ratakan secara nasional. Sebab, ada sekolah atau daerah yang terdampak sangat parah, ada juga yang tidak begitu buruk dan bahkan justru ada yang mengalami peningkatan skor.
"Ini juga menunjukan learning loss atau dampak pandemi itu bervariasi tidak serta merta semua tempat itu dampaknya sama. Dan karena itulah kita butuh data yang komprehensif untum memeta, mengetahui dampak pandemi ini, seberapa besar, kepada siapa saja di mana dan mengapa sehingga kita bisa melakukan mitgasi yang lebih tepat," ungkapnya dalam diskusi bersama Media Group, Jumat (27/8).
Dia menegaskan bahwa dampak pandemi yang dirasakan berbeda-beda tersebut kemudian mengindikasikan betapa pentingnya pemetaan lewat AN. Dari situ, pemerintah pusat bisa mengetahui sekolah atau daerah mana yang sangat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Tanah Air.
Pandemi lanjutnya, menjadi potret objektif untuk mengetahui kondisi lembaga pendidikan sesungguhnya. Dan pada saat yang sama ketika semua aspek kehidupan dipaksa untuk berubah, maka momentum mengubah mindset terkait evaluasi pendidikan juga tepat dilaksanakan saat ini.
"Ini adalah potret yang objektif kita perlukan sebagai pemetaan awal atau baseline untuk bisa melakukan intervensi yang terarah dan sesuai kebutuhan," imbuhnya.
Anindito menjelaskan bahwa selaras dengam program Merdeka Belajar seperti Kampus Mengajar, mahasiswa dikirim ke daerah atau sekolah untuk menjadi tutor atau pembimbing siswa SD dan SMP. Dan sejauh ini program yang sudah berjalan itu belum tentu benar-benar tepat sasaran, mengingat belum ada pendataan terkait kebutuhan sekolah di masa pandemi.
"Sekarang ini kita menyasar sekolah yang belum tentu paling membutuhkan. Tapi kalau ada data AN kita akan tahu persis sekolah mana saja yang paling perlu mendapat prioritas untuk perdampingan terkait literasi dan numerasi. Jadi fungsi AN justru semakin penting utk memitigasi learning los pada mereka yang paling terkena dampat tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa AN juga akan sangat membantu dalam hal mengurangi beban administrstif guru dan kepala sekolah. Jelas ini merupakan harapan bersama bahwa agar tenaga pendidik lebih fokus pada pembelajaran di kelas.
Dengan adanya AN, beberapa sistem pendataan pendidikan sebelumnya akan diintegrasi. Sehingga lebih efektif dan efisien dan tidak banyak mengganggu konsentrasi guru dan kepala sekolah.
Apalagi, kata dia pendataan lewat AN bertujuan pada perbaikan pembelajaran di kelas. Sementara pendataan lainnya lebih bersifat administratif dan tidak berdampak pada proses pembelajaran.
Baca juga : Kesadaran Kesetaraan Gender Dimulai dari Keluarga
"Pendataan dari PAUD Dikdasmen data mutu pendidikan itu diserap ke AN sekarang, yang sekarang borang akreditasi nantinya akan diserap juga di AN. Kemudian borang-borang yang terkai UN juga akan diserap di AN," bebernya.
Umpan Balik
Anindito mengatakan bahwa fungsi AN selain untuk mendata dan memantau, yang paling penting adalah umpan balik (feedback). Hal itu sangat penting agar sekolah dan daerah bisa menindaklanjuti hasil AN.
AN mengembalikan hasilnya yang megandung dua informasi tentang kompetensi dan karakter sebagai tujuan pembelajaran. Kompetensi terkait literasi dan numerasi, sementara karakter unsur penting yang ingin ditanamkan pada generasi penerus.
"Kita sedang mnyampaikan pesan bahwa inilah yang dianggap oleh kemendikbud sebagai tujuan pembelajaran yang utama," kata dia.
Lewat AN, Kemendikbudristek ingin menggeser mindset bahwa pembelajaran harus tuntaskan kurikulum. Hal itu menjadi permasalahan selama ini karena seringkali dimaknai sekadar menyampaikan semua informasi pada murid.
Padahal yang terpenting dalam pendidikan adalah meningkatkan pengalaman belajar. Pendidikan membuat murid lebih memahami. "Bukan seberapa banyak tapi seberapa berhasil guri, kepsek membantu anak menjadi lebih semangat membaca,.lebih terampil memcari informasi, menjadi senang bergotong-royong," ujar Anindito.
Umpan balik dari AN diharapkan bisa memberi rekomendasi bagi sekolah dan daerah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Para guru dan kepala sekolah bisa mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif berdasarkan hasil evaluasi.
"Dengan mendapatkan informasi kita berharap sekolah bisa mendapat petunjuk, rekomendasi apa yang sebaiknya dilakukan," tutur Anindito.
Adapun, AN di masa pandemi tidam dilaksanakan serentak seluruh Indonesia. Pelaksanaannya tetap selaras dengan kebijakan makro terkait penanganan pandemi. Jadi hanya daerah dengan tingkat penularan rendah dan melengkapi persyaratan seperti syarat PTM yang beloh malangsungkan AN.
Hasil AN pun tidam dijadikan bahan evaluasi siswa atau guru. Para siswa sama sekali tidak berdampak, sehingga para orang tua dan siswa tidak perlu melakuka persiapan layaknya UN.(OL-2)
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved