Kamis 26 Agustus 2021, 23:19 WIB

MPH PGI Serukan Agar Bijaksana dan Adil Terhadap Penghinaan Agama

Apul Iskandar | Humaniora
MPH PGI Serukan Agar Bijaksana dan Adil Terhadap Penghinaan Agama

DOK PGI

 

MAJELIS Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) berpendapat akhir-akhir ini keberagaman identitas keagamaan semakin tidak dihargai oleh sebagian anggota masyarakat. Persoalan menghina ajaran agama tertentu mulai terasa ramai.

"Hal miris ini telah menyebabkan narasi kebencian turut memenuhi media sosial anak-anak bangsa. Entah siapa yang lebih dahulu memulai, hal ini telah menimbulkan reaksi saling balas dan dapat mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama," demikian disampaikan oleh Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) yang diketuai Pdt Gomar Gultom, dalam pernyataan pers, Kamis (26/8).

Di sisi lain, menurut Gomar, MPH PGI melihat bahwa reaksi penghinaan terhadap identitas agama dimaksud, disulut karena penghinaan oleh beberapa individu yang berpengaruh luas di masyarakat. Akibat dibiarkannya perbuatan yang menyakiti hati dan melanggar kepatutan itu, beberapa individu lain yang merasa diperlakukan tidak adil, akhirnya menggencarkan serangan balik di media sosial. Pihak kepolisian pun turun tangan setelah menerima laporan dari kalangan tertentu saja, dengan melakukan penangkapan dan meneruskannya ke ranah hukum.

Terhadap situasi ini dibutuhkan sikap bijaksana dan adil dalam meresponsnya. Oleh sebab itu Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia meminta semua pihak haruslah bersikap bijaksana dalam menyampaikan pandangan terhadap agama atau keyakinan lain di ruang publik.

"Adalah lebih baik warga bangsa mengedepankan' 'titik temu' atas perbedaan yang kita miliki daripada 'titik tengkar' yang hanya membawa kemunduran dan perpecahan," kata Pdt Gomar dalam rilis. 

MPH PGI meminta pihak kepolisian dan/atau penegak hukum hendaknya bersikap adil, tidak memihak pada kelompok tertentu saja dalam hal penistaan agama. Beberapa warga gereja telah ditangkap dan diadili karena dianggap telah menista agama tertentu, namun demikian perlakuan yang sama tidak didapatkan oleh mereka yang terlebih dahulu menghina kekristenan dan agama lainnya.

Perilaku ketidakadilan hukum dalam kasus-kasus seperti ini telah memicu keresahan di kalangan umat Kristen. Hal ini akan menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi upaya bersama kita mengarusutamakan moderasi beragama yang saat ini sedang digalakan.

"Sebaliknya, menumpuknya rasa ketidakadilan dikhawatirkan akan memperpanjang perilaku saling membalas yang melemahkan ketahanan masyarakat kita. Untuk itu MPH PGI menyerukan agar sikap saling balas ini perlu segera diakhiri dengan sikap dewasa dalam hidup beragama, sikap tegas dan adil oleh penegak hukum, serta upaya para tokoh agama dan masyarakat dalam menghargai perbedaan ajaran, pandangan dan tradisi agama," tutup Pdt Gomar dalam rilis. (AP/OL-10)

Baca Juga

Dok. Kemenparekraf

Komitmen Kolaborasi Pelaku Pariwisata Wilayah Borobudur-Yogya-Prambanan dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:47 WIB
Sebanyak 20 orang perwakilan desa wisata yang merupakan local champion dari Kabupaten/Kota Magelang, Sleman, Klaten, dan Yogyakarta...
Dok. BSBK

Kemenkes Persiapkan Fasilitas Kesehatan di IKN

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:46 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mempersiapkan fasilitas kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya rumah sakit tetapi juga di...
Dok. Sinotif

Bikin Belajar Makin Efektif, Sinotif Usung Pembelajaran Online dengan Cita Rasa Tatap Muka

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:41 WIB
Banyak anak yang ternyata lebih nyaman dan tidak cemas ketika harus belajar dari rumah saat pandemi baik dari sektor pendidikan formal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya