Senin 16 Agustus 2021, 06:45 WIB

Terus Berkontribusi bagi Bangsa

MI | Humaniora
Terus Berkontribusi bagi Bangsa

MI
ICE Institute

 

UNIVERSITAS Terbuka (UT) terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia. Dalam berbagai program pemerintah, UT selalu mendukung dengan memastikan implementasi tri dharma perguruan tinggi berjalan baik.

Karena itu, pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI tahun ini, UT kembali menegaskan dukungannya pada program-program yang tengah gencar digulirkan oleh pemerintah, seperti gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Rektor UT Prof Ojat Darojat mengungkapkan pihaknya sangat mendukung gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mengingat program tersebut selaras dengan semangat yang selalu dipegang UT selama ini.

“Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka itu sangat cocok dan di UT memungkinkan karena di UT tidak ada drop out, bisa belajar sepanjang hayat,” ujarnya dalam wawancara kepada Media Indonesia, Kamis (12/8) lalu.

Kampus Merdeka yang memberikan banyak kebebasan kepada peserta didik merupakan semangat baru dunia pendidikan. Mahasiswa tidak lagi terpaku pada sistem pendidikan dalam kelas atau ruangan, tetapi mereka lebih didekatkan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Hal itu akan memberikan pengalaman sebanyak mungkin kepada generasi penerus.

Mereka bisa menggali atau mengenali masalah-masalah di masyarakat dan menambah keterampilan dengan magang. UT pun terlibat aktif dalam program Kampus Merdeka, sebab dari dulu kampus UT sudah menegaskan mahasiswanya untuk bebas belajar. Mereka bisa belajar dari manapun dan kapanpun serta kampus memberikan kebebasan.

Di samping itu, lanjut dia, UT siap untuk melakukan sharing resources bersama perguruan tinggi lainnya di Tanah Air. Mahasiswa tidak harus mengambil semua mata kuliah dari kampusnya tetapi juga bisa mengambil mata kuliah dari kampus berbeda yang sesuai dengan minat.

“Kalau sekarang misalnya UT bisa menangani 1.350 mata kuliah nanti dengan program Kampus Merdeka itu mata kuliah bisa dirampingkan mungkin 750 mata kuliah. Karena sisanya bisa ngambil di tempat lain termasuk juga magang di tempat lain atau mengambil mata kuliah pada program studi lain,” ucapnya.


Membuka akses

Ojat mengatakan kontribusi yang nyata di masa pandemi dan sesuai dengan program Merdeka Belajar adalah membuka akses bahan ajar online untuk semua dosen dan mahasiswa di Indonesia. Sehingga mahasiswa bisa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang baik di masa krisis ini lantaran UT sudah sangat berpengalaman dalam hal penerapan online learning.

“Dalam konteks ini kami juga telah banyak berkontribusi kepada pemerintah supaya tidak terjadi learning loss, yakni mahasiswa-mahasiswa konvensional yang harusnya belajar ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, sekarang mereka bisa belajar dari daerah mereka,” jelasnya.

Ke depan, lanjut dia, UT akan terus mendukung program Kampus Merdeka yang memerdekakan semua mahasiswa. Di sisi lain, implementasi menjadi tantangan ke depan dan kerja sama semua pihak harus terus ditingkatkan dalam menciptakan efisiensi dan efektivitas pendidikan.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Prof Nizam menyebutkan program-program Kampus Merdeka sudah berjalan sejak tahun lalu. Semester ini juga pemerintah mengakselerasi lagi dengan program-program tingkat nasional.

“Untuk magang bersertifikat dan micro-credentials kami siapkan untuk 20.000 mahasiswa, sudah dilakukan seleksi (dari pendaftar yang mencapai lebih dari 200 ribu mahasiswa), program Kampus Mengajar juga sudah berjalan dengan 15 ribu mahasiswa pada semester sebelumnya, untuk semester ini 20 ribu mahasiswa sudah seleksi juga,” terangnya.

Nizam mengapresiasi kampus dan dunia usaha yang mendukung program itu bisa berjalan meski baru di tahap awal. Hal ini merupakan arah baru untuk mewujudkan sektor pendidikan Indonesia lebih berkualitas dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Melalui program Kampus Merdeka, kami harapkan kampus lebih dekat dengan dunia kerja atau dunia profesi, dan kompetensi mahasiswa lebih siap memasuki dunia profesi. Tidak ada lagi kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh dari perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi di lapangan,” tutupnya. (Van/S3-25)

Baca Juga

Antara

Petani Dukung Rencana Pemerintah Audit Seluruh Perusahaan Sawit

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:38 WIB
Menurut serikat petani, audit sangat diperlukan untuk membenahi industri sawit. Pemerintah pun diminta serius dan menjangkau seluruh...
Ist

Semarak Surabaya 729 Tahun, The Alana Surabaya Ajak Tamu Cicipi Kuliner

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:32 WIB
Selain untuk memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya, program ini diadakan untuk memfasilitasi para tamu The Alana Surabaya yang datang...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Loloskan 20 Mahasiswa pada Program IISMA ke 11 Negara

👤Naviandri 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:20 WIB
Ke 20 mahasiswa UPI tersebut akan mengikuti perkuliahan di 19 universitas di 11 negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya