Senin 16 Agustus 2021, 06:15 WIB

Memastikan IKN Baru dan Perbatasan Aman dari Karhutla

MI | Humaniora
Memastikan IKN Baru dan Perbatasan Aman dari Karhutla

Dok. KLH

 

PEMERINTAH harus memastikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru dan wilayah perbatasan berjalan baik.

Menurut Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Kementerian LHK Basar Manullang, wilayah calon lokasi IKN di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ini memiliki kategori kerawanan karhutla sedang.

Namun, katanya, kerawanan karhutla di wilayah ini juga berpotensi meningkat seiring dengan aktivitas pembukaan wilayah di sekitar calon lokasi IKN. Dikhawatirkan, para oknum membuka lahan dengan cara membakar sehingga berdampak pada kelestarian lingkungan.

Untuk itu, sejumlah upaya­ telah dilakukan Brigade Dalkarhutla Kementerian LHK-Manggala Agni. Pertama adalah penyiapan pondok kerja, sumber daya manusia (SDM), dan peralatan pengendalian karhutla di Desa Bumi Harap­an, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. "Pondok kerja ini dibangun untuk meningkatkan jangkauan anggota Manggala Agni dalam pencegahan dan pemadaman karhutla di calon lokasi IKN," jelas Basar kepada Media Indonesia, Selasa (10/8).

Kedua adalah pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yaitu di Kelurahan Pemaluan, Kelurahan Sepaku, Desa Bukit Raya, Desa Bumi Harapan dan Desa Tengin Baru. 

Ketiga, patroli pencegahan dan pemadaman dini karhutla secara terpadu oleh Manggala Agni, MPA Kecamatan Sepaku, Pemda, TNI, Polri dan para pelaku usaha kehutanan/ perkebunan. Keempat, koordinasi intensif dengan stakeholder di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kementerian LHK sangat berharap agar pembangunan pada lokasi calon IKN dan sekitarnya tetap memperhatikan aspek kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Basar mengimbau agar aktivitas pembukaan wilayah hendaknya tidak dilakukan dengan cara membakar yang akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup kita.

"Upaya-upaya yang dilakukan oleh Manggala Agni di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan karhutla. Selain itu dapat meningkatkan partisipasi dan keterampilan stakeholder setempat dalam melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan dini karhutla," katanya.


Perbatasan negara

Pada awal bulan lalu, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan XII/Paser telah melaksanakan kegiatan Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) lingkup Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Hal ini untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla di wilayah IKN.

Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Zulkarnain menyebut dalam kegiatan pembinaan ini, anggota MPA dilatih agar mampu melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan (groundcheck) mandiri di lapangan, serta teknik pemadaman awal dengan menggunakan peralatan manual. 

"Kelanjutan dari kegiatan pembinaan ini akan ada kegiatan patroli bersama antara anggota Manggala Agni Pondok Kerja Sepaku Penajam Paser Utara dengan MPA, tujuannya agar MPA bisa langsung terlibat dalam proses teknis dalkarhutla" tutur Zulkarnain.

Selain itu, pencegahan karhutla juga dilakukan di perbatasan negara. Seperti diketahui, beberapa wilayah di Kalimantan berbatasan langsung dengan Malaysia. Basar menjelaskan, berdasarkan identifikasi titik panas/hotspot dan kejadian karhutla dalam periode 5 lima tahun terakhir, lokasi-lokasi di wilayah Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia didominasi kerawanan karhutla kategori tinggi.

"Kejadian karhutla di wilayah tersebut dapat berpotensi menyebabkan polusi asap lintas batas (transboundary haze pollution). Isu asap lintas batas ini sangat penting karena dapat mempengaruhi hubungan diplomasi dengan negara tetangga," katanya.

Untuk itu, Kementerian LHK melalui Manggala Agni melaksanakan kegiatan Patroli di Batas Negeri di Provinsi Kalimantan Barat. Antara lain di Kecamatan Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang, Kecamatan Entikong dan Sekayan di Kabupaten Sanggau, Kecamatan Sajingan Besar dan Paloh di Kabupaten Sambas, dan Kecamatan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.

Sejumlah upaya dilakukan dalam Patroli di Batas Negeri. Pertama, koordinasi intensif dengan stakeholder forum komunikasi pimpinan kecamatan, desa, pemangku adat, tokoh agama, dan pemangku kawasan hutan terkait kesiap­siagaan terhadap dampak karhutla.

Kedua, anjangsana dengan masyarakat lokal untuk melakukan sosialisasi pencegahan karhutla dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) secara persuasif dengan memperhatikan budaya dan karakteristik setempat. Ketiga, identifikasi kerawanan karhutla dan sumber daya penanggulangan karhutla di tingkat tapak. Keempat, penanggulangan dini karhutla untuk mencegah kebakaran besar sehingga terhindar polusi asap lintas batas negara.

Akhir bulan lalu, Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang telah melaksanakan Patroli Mandiri Karhutla Batas Negeri. Menurut Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan IX/Singkawang Yuyu Wahyudin, ada tiga kecamatan yang menjadi sasaran patroli ini, yaitu Kecamatan Sajingan Besar dan Kecamatan Paloh di Kabupaten Sambas, serta Kecamatan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.

Patroli Mandiri Batas negeri dilaksanakan dari 28 Juli-21 Agustus 2021 oleh 30 tim patroli atau 120 anggota Manggala Agni secara bergantian, dengan 5 anggota per tim. (Ifa/S3-25)

Baca Juga

Antara

Petani Dukung Rencana Pemerintah Audit Seluruh Perusahaan Sawit

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:38 WIB
Menurut serikat petani, audit sangat diperlukan untuk membenahi industri sawit. Pemerintah pun diminta serius dan menjangkau seluruh...
Ist

Semarak Surabaya 729 Tahun, The Alana Surabaya Ajak Tamu Cicipi Kuliner

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:32 WIB
Selain untuk memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya, program ini diadakan untuk memfasilitasi para tamu The Alana Surabaya yang datang...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Loloskan 20 Mahasiswa pada Program IISMA ke 11 Negara

👤Naviandri 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:20 WIB
Ke 20 mahasiswa UPI tersebut akan mengikuti perkuliahan di 19 universitas di 11 negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya