Jumat 13 Agustus 2021, 18:39 WIB

ICRP Nilai Hijrah Sebagai Upaya Membangun Peradaban Kemanusiaan

mediaindonesia.com | Humaniora
ICRP Nilai Hijrah Sebagai Upaya Membangun Peradaban Kemanusiaan

ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Warga membawa obor berkeliling kota di Palu, Sulawesi Tengah. Pawai obor itu dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram.

 

KETUA Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Prof.Dr. Siti Musdah Mulia mengatakan hijrah harus dimaknai sebagai upaya membangun peradaban kemanusiaan dan meninggalkan kebiadaban.

“Hijrah itu harus dimaknai sebagai upaya meninggalkan kebiadaban menuju keberadaban yang lebih baik,” ujar Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Prof Dr Siti Musdah Mulia dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/8).

Hal ini disampaikan seiring dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443. Tahun baru Islam tersebut merupakan penanda peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Ia mengatakan manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah SWT, sebagai khilafah di bumi. Sedangkan, prinsip hijrah adalah tentang membangun sebuah kehidupan yang berkeadaban yaitu kehidupan dengan ciri-ciri masyarakatnya menghargai sesama manusia.

"Jadi yang ingin kita petik dari makna hijrah ini adalah kemanusiaan. Bagaimana kita memperkuat rasa kemanusiaan kita di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Musdah, rasa kemanusiaan ini bisa terbangun melalui empati, menolong antar sesama dan tidak membeda-bedakan ras, agama, maupun warna kulit. Bahkan dalam konteks Indonesia hal ini tertuang dalam Pancasila yakni sila ke-2, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

“Dengan kesadaran seperti itu, maka semangat kebersamaan kita dalam menghadapi problem kebangsaan ini bisa terbangun. Di era pandemi seperti ini kita harus mengedepankan kemanusiaan kita, kita membantu siapapun. Dalam kemanusiaan kita adalah satu,” ungkapnya.

Bahkan dengan tegas aktivis perempuan kelahiran Bone 3 Maret 1958 ini mengkritisi sisi kemanusiaan yang baru-baru ini ditunjukkan oleh para aktor politik di ruang publik melalui baliho-baliho kampanye yang juga menuai kekecewaan masyarakat.

Menurutnya sangat tidak etis dilakukan saat banyak masyarakat berjuang untuk bertahan hidup di masa sulit saat ini sehingga ia menanggap hal tersebut bertentangan dengan kemanusiaan.

Terkait dengan banyaknya narasi kelompok radikal yang menentang peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1443H dengan dalih bid’ah, Musdah mengutarakan pendapatnya bahwasanya tidak selamanya bid’ah itu buruk sehingga sangat penting untuk dapat memahami secara positif makna lain peringatan tahun baru hijriah.

“Sejatinya peringatan 1 Muharram itu adalah upaya untuk mengangkat sejarah perjuangan Rasul Muhammad pada saat hijrah meninggalkan Mekah yang masih penuh dengan jahiliyah kepada kehidupan yang madaniyah, yang lebih baik dan berperikemanusiaan,” tuturnya. (Ant/OL-09)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...
Antara

Menkominfo Ingatkan Jangan Abai Terapkan Prokes

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:53 WIB
Tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama menjaga jarak dan menghindari...
AFP

Kemenkes Pastikan Bantuan Logistik Penanganan Erupsi Semeru Terus Berjalan

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:48 WIB
Untuk fasilitas kesehatan, Kemenkes telah menyiapkan empat pos...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya