Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa ada kemungkinan Jakarta tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Menanggapi hal itu, Manajer Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Yuyun Harmono menyatakan bahwa ancaman tersebut memang nyata.
"Bahkan sebuah penelitian di Amerika Serikat mengatakan bahwa kenaikan muka air laut di Indonesia bisa mengancam 23 juta masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitarnya," kata Yuyun saat dihubungi, Sabtu (7/8).
"Untuk itu, kita harus berupaya supaya bencana itu gak terjadi," tambah Yuyun.
Selain upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia, Yuyun menegaskan perlu adanya komitmen dari negara-negara maju untuk membantu negara berkembang dalam melakukan transformasi ekonomi agar sesuai dengan target penurunan rendah karbon.
Pasalnya, ia menilai negara berkembang tidak akan bisa berjalan sendirian dalam hal melakukan mitigasi cepat perubahan iklim. Sebab, terdapat banyak kendala mulai dari minimnya dana hingga keterbatasan teknologi.
"Negara maju dan berkembang tentu punya tanggung jawab yang bebeda karena emisi historisnya. Amerika Serikat juga harusnya dipaksa menurunkan 3 sampai 4 kali emisi gas rumah kaca karena emisi historisnya yang tentu lebih besar dari negara berkembang," beber dia.
"Ada komitmen dari negara maju untuk menggelontorkan US$100 miliar per tahun. Tapi tidak kelihatan atau tidak mencapai komitmen itu. Intinya negara maju gak bisa mengelak dari tanggung jawab mereka untuk menurunkan emisi berkali-kali lipat dan juga bantuan pendanaan pada negara berkembang," pungkas Yuyun.
Seperti diketahui, dalam pidato mengenai perubahan iklim di kantor DIrektorat Intelejen Nasional AS pada 27 Juli lalu, Joe Biden menyinggung prediksi kemungkinan Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Hal itu didasarkan analisis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang mengatakan bahwa wilayah Jakarta bagian Utara akan tenggelam akibat faktor perubahan iklim, eksploitasi air tanah hingga kenaikan permukaan laut karena pencairan lapisan es akibat pemanasan global.
Biden mengatakan, jika permukaan laut naik dua setengah kaki, jutaan orang diyakini akan bermigrasi memperebutkan tanah subur. "Tapi apa yang terjadi di Indonesia jika proteksinya benar, bahwa dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan Ibu Kotanya karena akan berada di bawah air," tutur Biden. (H-2)
Perubahan definisi sains umumnya memerlukan perdebatan panjang dan pemungutan suara oleh para ilmuwan dari seluruh dunia, bukan melalui perintah eksekutif.
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Penentuan lintasan asteroid dilakukan melalui metode astrometri, yakni pengukuran posisi objek terhadap latar belakang bintang dari waktu ke waktu.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
SEBANYAK 64 orang penumpang kapal nelayan pengangkut wisatawan di Sumut sempat mengalami insiden mencekam setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.
TIGA orang meninggal dunia usai hilang tenggelam di kawasan Pantai Alor Cilangkob Tenda Biru Desa Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.
TIM SAR masih melakukan pencarian terhadap 4 nelayan dan anak buah kapal (ABK) yang hilang akibat ditabrak tongkang di perairan Indramayu.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved