Rabu 04 Agustus 2021, 15:58 WIB

KLHK: Pembangunan Taman Nasional Komodo Sudah Capai 95%

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KLHK: Pembangunan Taman Nasional Komodo Sudah Capai 95%

Antara
Seekor komodo berada di Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa pembangunan destinasi wisata di Taman Nasional Komodo sudah mencapai 95%. Proses pembangunan pun terus berlanjut dan ditargetkan rampung pada awal September mendatang.

"Pembangunan sudah 95%, lanjut sambil UKL UPL diselesaikan oleh PUPR," ungkap Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem KLHK Wiratno kepada Media Indonesia, Rabu (4/8)

Pihaknya menghargai usulan UNESCO untuk Taman Nasional Komodo. Namun, dia menegaskan bahwa pembangunan tersebut bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kunjungan dengan skala internasional.

Baca juga: UNESCO Minta Indonesia Hentikan Sementara Proyek di Taman Nasional Komodo

"Ini mau selesai akhir Agustus atau awal September. Nanti, kita buat manajemen pengunjung dan kualitas kunjungan. Juga ada Information center besar, agar pengunjung dapat mengetahui sejarah alam, pulau-pulau dan komodo yang sangat purba ini," imbuh Wiratno.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pembangunan destinasi wisata hanya 1% dari total wilayah, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. "Pembangunan untuk sarana dan prasarana luasnya tidak ada 1 hektare dari Taman Nasional Komodo, yang luasnya mencapai 173.300 hektare," pungkasnya.

Menyoroti kekhawatiran UNESCO terkait ekosistem Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu World Heritage, pihaknya memastikan terus memantau kondisi dan dampak lingkungan dari pembangunan.

Seperti, 3.022 komodo yang hidup di Taman Nasional Komodo tidak merasakan dampak pembangunan tersebut. Lebih spesifik, dia menyebut ada 1.320 ekor komodo yang hidup di sekitar Pulau Rinca, yang kini tengah dibangun. 

Baca juga: BOR RS Menurun, Sandiaga: Ada Titik Terang Pembukaan Wisata

"Ada 8 ekor komodo yang paling sering aktif di sekitar pembangunan. Kita sudah memantau dampak kegiatan aktivitas manusia dan tidak terbukti ada komodo yang terbunuh atau meninggal," ungkap Wiratno.

Terkait isu pengusiran masyarakat setempat, dia memastikan hal itu juga tidak terjadi. Bahkan, mayarakat di sana turut merasakan dampak positif pembangunan Taman Nasional Komodo.

"Dibangun pagar agar Komodo tidak masuk. Sekarang, dibangun pagar di Kampung Komodo dan Kampung Rinca. Di sana juga sudah ada geliat wisata, seperti diving," terangnya.(OL-11)
 


Baca Juga

AFP/Ina Fassbender

Ini Cara Mendapatkan Layanan Telemedisin Gratis Bagi Pasien Isolasi Mandiri Terkonfirmasi Omikron 

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 21:04 WIB
Melalui layanan tersebut pasien bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat gratis. Layanan ini dapat diakses...
Antara

Pemetaan Lokasi Rawan Bencana Modal Penting Mitigasi

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 20:45 WIB
Untuk meminimalisasi dampak, masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan secara mandiri dalam merespons merespon indikasi terjadinya...
Dok Media Group

MGN Summit 2022 Usung Tema Bangkit Bersama, Maju Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 20:42 WIB
MGN Summit 2022 sebuah wadah yang membahas berbagai tema strategis untuk pemulihan ekonomi dan kemajuan bangsa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya