Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK semua orang dilahirkan sempurna. Meskipun begitu, mereka masih tetap memiliki kesempatan yang sama dengan orang lain dalam beraktivitas, bekerja, sekolah, dan lainnya.
Seperti dua gadis pendek asal Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Marta Ndao, 40, dan Maria Imakulata, 46. Memiliki fisik bertumbuh pendek merupakan keturunan dari ibunya. Dengan kondisi tubuh tidak sempurna, mereka ternyata mampu menenun dan menghasilkan produk sarung tenun berkualitas.
Keduanya bekerja sama mulai proses menggulung benang, mengurai dan menggulung benang, menentukan ukuran sarung ikat, proses ikat motif sarung, proses pewarnaan dan terakhir proses menenun hingga menghasilkan satu buah sarung.
Marta dan Maria mulai serius menenun pada 2015 setelah ibunya meninggal. Keduanya telah kehilangan ayahnya sejak usia dua tahun.
Meski dua kakak beradik ini mengalami kelainan genetik dwarfi sme, mereka tak pantang menyerah demi berusaha untuk hidup mandiri dengan menenun. Marta menjelaskan untuk menghasilkan sehelai kain tenun sangat bergantung pada tingkat kesukaran motifnya.
“Motif yang sukar bisa memakan waktu tiga bulan pengerjaan. Sementara untuk motif kain tenun dengan motif yang tidak rumit bisa diselesaikan dalam waktu tiga minggu,” kata Marta kepada mediaindonesia.com, Sabtu (26/6).
Bagian yang memakan waktu lama ialah saat mengikat benang. Penenun tidak sembarang mengikat. Pola ikatnya pula sangat bergantung pada motif yang diinginkan. “Kalau belum ada yang pesan tenun, kami minta upah dari penenun lain. Kami bantu ikat. Ada yang tidak tahu ikat untuk buat motif. Kami yang ikat. Setelah selesai, kami antar,” tutur Marta.
Harga kain tenun berkisar Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Untuk pemasaran, mereka dibantu oleh perantara. Ada pula pelanggan yang memesan langsung ke kediaman mereka.
“Ada yang pesan sesuai dengan motif mereka sendiri, kami tinggal kerja. Bahan kami siap. Pas hasilnya jadi, tinggal mereka bayar uang,” lanjut Marta yang diamini Maria.
Dalam sebulan, Marta dan Maria bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta rupiah lebih dari menenun. Penghasilan itu sudah bisa membuat mereka hidup.
“Lumayan penghasilan kita. Penghasilan lewat tenun ikat ini sudah cukup buat beli makan dan kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Keduanya dalam sehari-hari bergabung sebuah wadah kelompok disabilitas bernama Kelompok Sa Ate. Kelompok Sa Ate sangat membantu para penyandang disabilitas dalam berekspresi. Sa Ate juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan antarsesama penyandang disabilitas. Kelompok ini Se Ate ini kemudian difasilitasi oleh Yayasan Caritas Keuskupan Agung Ende (KAE).
Untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, Yayasan Caritas KAE memfasilitasi terbentuknya Perkumpulan Penyandang Disabilitas Keuskupan Agung Ende yang dideklarasikan pada 28 Mei 2021 dengan ketuanya Kristina Pero. (GL/N-1)
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
rancangan motif yang dihasilkan merepresentasikan perayaan atas keberagaman yang saling menyatu.
Di Desa Adobala, ITBB mengembangkan modul-modul pembelajaran yang bisa diaplikasikan langsung, antara lain modul inovasi desain produk tenun dan modul pengembangan kelembagaan BUMDes.
DIGIMAP akan menghadirkan produk terbaru Apple yaitu iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.
IFFT 2024 bertujuan merayakan dan melestarikan warisan budaya Indonesia yang menyoroti karya seni Tenun Ikat dan Batik serta kain-kain tradisional dari NTT.
KAMPUS Universitas Muhammadiyah Maumere di Kabupaten Sikka, NTT, mengizinkan pembayaran uang kuliah menggunakan hasil bumi dan hasil laut.
Kominfo bersama Dekranas, Dekranasda, dan Pemerintah Daerah telah melakukan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan forum sosialisasi sertifikasi halal di berbagai kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved