Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNJUNGAN ke pameran Yidaki: Didjeridu and the Sound of Australia di Museum Nasional Australia digelar oleh Konsulat Jenderal Australia di Makassar bersama dengan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Pameran tersebut dilakukan sebagai bagian dari perayaan pekan NAIDOC 2021. Pekan NAIDOC digelar setiap tahun untuk menghormati budaya, sejarah, dan prestasi penduduk asli Australia.
Pameran tersebut bercerita bagaimana penduduk asli Australia bisa memiliki ikatan dengan penduduk di Sulawesi Utara yang menjadi cikal bakal hubungan antara Indonesia dan Australia.
Di pintu masuk, para peserta bisa melihat poster yang menunjukkan nama pameran tersebut dengan foto dari Djalu yang sering kali dianggap sebagai Dalai Lama versi Australia.

MI/Henry Hokianto
Saat masuk, para peserta bisa melihat replika dari stringy bark forest dengan pencahayaan yang redup. Stringy bark forest adalah sebuah tempat berlindung dan juga tempat tinggal orang-orang Yolngu.

MI/Henry Hokianto
Di dalam pameran tersebut terdapat sebuah didgeridoo yang unik karena terbuat dari bambu. Biasanya, didgeridoo terbuat dari pohon stringy bark. Didgeridoo itu juga merupakan didgeridoo tertua yang ditampilkan dalam pameran tersebut karena berasal dari 1817.

MI/Henry Hokianto
Selain didgeridoo tua, mereka juga menampilkan didgeridoo yang lebih modern.

MI/Heny Hokianto
Uniknya, di dalam gedung pameran itu terdapat lampu-lampu yang jika dilihat memberikan efek seperti petir yang menyambar. Alasannya adalah karena Didgeridoo melambangkan interaksi antara manusia dan alam sehingga diberikan efek hiasan seperti petir yang menunjukkan interaksi kuat antara manusia dan alam yang dilambangkan oleh Didgeridoo.
Didgeridoo juga dikatakan mengeluarkan suara yang menyerupai suara petir.
Pameran tersebut juga memperkenalkan sosok Djalu yang menjadi semacam Duta Besar bagi orang aborigin karena telah meneruskan pengetahuan, budaya, dan menjadi guru spiritualitas dan meneruskan ilmu-ilmunya kepada generasi yang lebih muda.
Tidak hanya untuk didengarkan, pameran itu menjelaskan bahwa Didgeridoo juga bisa dirasakan.
Di dalam pameran tersebut terdapat Thunderbolt yang berbentuk seperti alas yang jika para pengunjung naik ke atas alas tersebut, pengunjung bisa merasakan getaran yang mengalir ke seluruh tubuh.

MI/Henry Hokianto
Para pengunjung bisa melihat didgeridoo milk Djalu yang dihiasi gambar ular pelangi yang dipercayai masyarakat aborigin sebagai pencipta tanah dan kehidupan mereka. Itu juga dianggap sebagai simbol dari kehidupan

MI/Henry Hokianto
Para pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan didgeridoo dan juga beberapa koleksi didgeridoo lainnya yang dimiliki pameran tersebut.

MI/Henry Hokianto

MI/Henry Hokianto
Di penghujung acara, para peserta diberikan beberapa kuis, dan yang bisa menjawabnya dengan tepat akan mendapatkan hadiah. (OL-1)
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
Bendera inovasi industri manufaktur Indonesia berkibar di panggung global setelah TRK Valves tampil sebagai satu-satunya perwakilan industri manufaktur nasional dalam ajang LNG 2026.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Salah satunya yang paling diminati pengunjung adalah AR Treasure Hunt, sebuah pengalaman eksplorasi ruang berbasis augmented reality.
IMMF CONNECT 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 800 eksibitor dan 15.000 pengunjung dari 20 negara, termasuk Jerman, Italia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved