Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 8.600 unit oksigen konsentrator telah diserahkan sejumlah perusahaan manufaktur kepada pemerintah Indonesia untuk membantu penanganan pandemi covid-19. Kemenperin juga melakukan pengadaan oksigen konsentrator melalui realokasi APBN dan juga mendorong PT Yogya Presisi Tekhnikatama Industri (YPTI) untuk mengembangkan inovasi alat medis ini.
Apa yang dimaksud dengan oksigen konsentrator itu dan bagaimana cara kerjanya? Tomy Abuzairi Phd, dosen Teknik Elektro dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menjelaskan, oksigen konsentrator adalah instrumentasi untuk mengkonsentrasikan oksigen atau memproduksi oksigen dengan konsentrasi tinggi.
Oksigen Konsentrator bekerja dengan mengambil dan menyaring udara di sekitarnya, mengompresnya ke kepadatan yang diperlukan dan kemudian mengirimkan oksigen dalam kadar medis yang dimurnikan ke dalam sistem pengiriman dosis-pulsa atau sistem aliran berkelanjutan ke pasien.
Alat ini dilengkapi dengan filter khusus dan saringan yang membantu menghilangkan Nitrogen dari udara untuk memastikan pengiriman oksigen yang dimurnikan sepenuhnya kepada pasien.
Perangkat ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna elektronik sehingga dapat menyesuaikan tingkat konsentrasi oksigen dan pengaturan laju oksigen kemudian pasien menghirup oksigen melalui kanula hidung atau masker khusus.
"Untuk mencegah udara yang panas, dilakukan mekanisme pendinginan. Filter akan menangkap nitrogen dan melepaskan oksigen," terangnya di kanal Youtube Tomy Abuzairi.
Diketahui, oksigen konsentrator dapat menghilangkan nitrogen dari udara dan menghasilkan oksigen murni hingga 96%. Sebagai referensi, udara ruangan mengandung 80% nitrogen dan 20% oksigen. Oksigen konsentrator akan mengubah udara di sekitar menggunakan satu atau dua filter saringan untuk mengambil udara dari luar lalu di proses dari mesin yang nantinya akan menjadikan oksigen murni dan siap di hirup oleh pasien.
Adapun kelebihan oksigen Konsentrator ialah Anda tidak perlu isi ulang oksigen, ukuran kecil (portable) dan mudah dibawa, aman karena tidak memiliki tanki dan tidak bocor, mudah di operasikan, dan bobot alat yang lebih ringan dibandingkan oksigen tabung/silinder.
Sedangkan, kekurangan Oksigen Konsentrator ialah lebih mahal, mesin mungkin sedikit lebih berisik, dan tidak bisa digunakan jika listrik mati atau baterai habis. (H-2)
UI menyerahkan beasiswa 1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abado yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Bagaimana mekanisme pernapasan manusia dan gangguan apa saja pada sistem tersebut? Berikut uraiannya.
Berikut penjelasan tentang sistem respirasi atau sekelompok organ yang bekerja untuk proses pernapasan manusia.
Masker medis masih dianjurkan untuk digunakan meskipun status covid-19 di Indonesia berubah dari pandemi menjadi endemi. Itu berfungsi untuk mencegah penularan penyakit paru.
Trakea adalah jaringan tabung kecil yang terbuat dari polimer bernama kitin. Trakea berfungsi mandiri tanpa adanya darah.
Masyarakat banyak yang menganggap bahwa pneumonia merupakan paru-paru basah. Apa beda keduanya?
Di masa pandemi Covid-19, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan saluran pernapasan (oral and respiratory hygiene) dengan berkumur dan semprot tenggorok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved