Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Seriwe Contoh Desa Mandiri Energi

Yusuf Riaman
20/4/2016 07:55
Seriwe Contoh Desa Mandiri Energi
(MI/Yusuf Riaman)

PARA petani rumput laut Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak lagi mengeringkan rumput laut secara tradisional. Kini mereka sudah punya cara yang modern dengan memanfaatkan infrastruktur teknologi tenaga surya.

"Apa yang diterapkan di Seriwe ini merupakan contoh yang sangat bagus. Ada efek revolfing dan saya berharap bisa menjalar ke lokasi lainnya," ujar H Dadang Solihin, Rektor Universitas Darma Persada (Unsada) Jakarta, kepada wartawan saat meninjau proyek percontohan Desa Seriwe sebagai Desa Mandiri Energi, Senin (18/4).

Tahun ini merupakan tahun kedua implementasi kerja sama antara Unsada dan Mitsui & CO Ltd Jepang membangun infrastruktur dengan total biaya sekitar Rp3 miliar. Kerja sama meliputi pembangunan sarana pengeringan rumput laut berukuran 19x5 meter menggunakan energi surya, angin, dan PLTD, serta fasilitas pengolahan air payau menjadi air bersih layak minum.

Pembangunan infrastruktur dilakukan dengan memanfaatkan lokasi eks tempat pendaratan ikan (TPI) yang sudah rusak total yang direnovasi dan memungkinkan dimanfaatkan 400 kepala keluarga (KK) di Seriwe. Selama ini petani Seriwe menjemur rumput laut dengan cara menggelar begitu saja di atas lantai jemur, atau anyaman bambu.

Dengan adanya fasilitas tersebut, kini rumput laut tinggal dimasukkan ke ruangan khusus dengan suhu di atas 40 derajat sehingga dapat kering dengan kualitas bagus, aman dari kemungkinan kontaminasi, terkena debu, maupun gangguan binatang. Fasilitas itu mampu mengeringkan rumput laut sekitar 60 ton per dua minggu dan dijual dengan harga lebih bagus.

Begitu juga dengan fasilitas pengolahan air bersih. Dengan energi surya dan angin, 15 galon per jam atau sekitar 100 galon per hari air payau, diproses.

Kamaruddin Abdullah, Direktur Pascasarjana Unsada, menjelaskan Seriwe dikembangkan dengan konsep memadukan pemanfaatan energi terbarukan, mandiri secara ekonomi, dan ramah lingkungan. "Sebagai pilot project kami berharap ke depan akan banyak bermunculan desa mandiri yang lebih inovatif," ujarnya.

Selama ini, Seriwe merupakan salah satu lokasi yang setiap musim kemarau masyarakatnya menjerit kekurangan air bersih. "Sekarang kita sediakan air siap minum. Kita jual seharga Rp500 per galon," kata Syaifuddin, Ketua Koperasi Petani Rumput Laut Cottoni Desa Seriwe.

Dengan adanya fasilitas tersebut, para ibu melalui Koperasi Cottoni kemudian diberdayakan dengan memproduksi dodol dan kerupuk berbahan rumput laut, yang kemudian diberi kemasan secara menarik dan dijual ke pasar. (Yusuf Riaman/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya