Rabu 16 Juni 2021, 11:32 WIB

Sandiaga Senang 5G Ada di Destinasi Super Prioritas

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Sandiaga Senang 5G Ada di Destinasi Super Prioritas

ANTARA/Galih Pradipta
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan koneksi 5G yang sudah bisa diakses di beberapa kota, kini disiapkan untuk diakses di lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Dia pun memberikan sanjungan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

"Selamat juga pak untuk yang 5G. Saya ucapkan terima kasih untuk di lima destinasi super prioritas. Itu baru namanya Pak Johnny Plate, kebanggaan kita semua," kata Sandiaga dalam video yang diunggah akun media sosial @sandiuno, Rabu (16/5).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dengan rencana perluasan 5G hingga ke lima DSP, yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, diharapkan bisa menggairahkan pariwisata dan ekonomi kreatif karena ketersediaan jaringan yang mumpuni.

Baca juga: Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

"Ini tentunya sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan permintaan saya agar digitalisasi produk ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah semakin masif," tulis Sandiaga.

Kemenkominfo sendiri menyebutkan pemerintah akan memperluas jaringan telekomunikasi berkualitas seluler 5G ke empat wilayah strategis.

Wilayah yang dimaksud antara lain wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan pasar, wilayah destinasi prioritas, lokasi industri manufaktur, dan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur.

"Memperluas dalam waktu yang tidak terlalu lama, termasuk ke wilayah destinasi prioritas seperti Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Likupang di Sulawesi Utara, dan wilayah lainnya pada 2024," kata Johnny Plate dalam keterangan resminya.

Keberadaan jaringan telekomunikasi berkualitas di wilayah tersebut, menurut Politikus NasDem itu, akan memberikan layanan yang mendukung berbagai kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat. Sehingga, masyarakat di sana diharapkan dapat menggunakan teknologi seperti artificial intelegence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big data.

Menurut Johnny, pemerintah telah alokasikan frekuensi yang dapat digunakan untuk basic connectivity, mobile broadband speed, dan superdata layer. Penggunaan alokasi tersebut, menurut Menkominfo diharapkan dapat mendukung operator layanan telekomunikasi seluler menerapkan kebijakan netral.

"Maksudnya, adalah operator seluler tidak terikat dengan jenis teknologi tertentu. Yang terletak pada spektrum frekuensi 26, 28 dan 39 Ghz, termasuk untuk layanan fixed broadband," ungkapnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok Universitas Mercu Buana (UMB).

UMB Penerima Terbanyak Dana Hibah Penelitian LLDIKTI III

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:46 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi peguruan tinggi swasta yang terbanyak menerima dana hibah penelitian 2022 di Lembaga Layanan...
Bahauddin/MCH

Pemerintah Kebut Vaksinasi Jemaah Haji

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:40 WIB
Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah terus kebut vaksinasi covid-19 jemaah haji untuk memenuhi syarat yang diwajibkan oleh Pemerintah...
MI/Dede S

Kepala BRIN Ungkap Kebun Raya Bogor Sudah Sesak

👤Dede Susianti 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:25 WIB
"Karena KRB ini juga sudah mulai sesak. Koleksi-koleksi ke depan akan kita alihkan ke Cibinong dan mungkin Puspitek atau Tarogong atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya