Rabu 16 Juni 2021, 03:40 WIB

Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

Mediaindonesia.com | Humaniora
Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

Antara/Noviran Arbi
Banjir Bandang di Bandung Barat, 2 Juni silam

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.423 kejadian bencana alam terjadi di Tanah Air dalam rentang waktu 1 Januari hingga 15 Juni 2021.

Berdasarkan keterangan dari BNPB, kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir, diikuti puting beliung, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.

Secara rinci pada periode itu terjadi bencana alam banjir 592 kejadian, puting beliung 394 kejadian, tanah longsor 288 kejadian, Karhutla 108 kejadian. Kemudian gelombang pasang dan abrasi 20 kejadian, gempa bumi 19 kejadian, dan kekeringan dua kejadian

Berbagai bencana alam menyebabkan sebanyak 5.306.534 orang terdampak dan mengungsi, sebanyak 493 jiwa meninggal dunia, 68 hilang, serta 12.853 jiwa luka-luka.

Sementara itu, bencana alam mengakibatkan 135.187 unit rumah rusak yang terdiri atas 14.693 unit rumah rusak berat, 22.483 unit rumah rusak sedang, dan 98.011 rumah rusak ringan.

Di sisi lain, sebanyak 2.920 fasilitas umum rusak yang meliputi 1.367 fasilitas pendidikan, 1.207 fasilitas peribadatan, dan 346 fasilitas kesehatan. Kemudian, sebanyak 492 kantor dan 282 jembatan mengalami kerusakan.

Baca juga : Jumlah Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Capai 1.386

Deputi Bidang Sistem dan Strategi sekaligus Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Raditya Jati meminta masyarakat untuk tetap waspada dan siaga akan berbagai potensi bencana.

Terkait bencana hidrometeorologi, BNPB meminta masyarakat untuk memperhatikan prakiraan cuaca yang diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Potensi bahaya lain yaitu gempa bumi yang dapat terjadi setiap saat. Di samping itu, ancaman bahaya lain yaitu pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi penularan di tengah masyarakat," katanya.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya tersebut. Masyarakat mesti mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di sekitar.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi, seperti InaRISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko.

"Setiap keluarga memiliki tingkat risiko yang berbeda, seperti parameter anggota keluarga, topografi di sekitar rumah, kekuatan bangunan, atau pun tata ruang rumah," kata dia. (Ant/OL-7)

Baca Juga

AFP/GEOFF CADDICK

1 Dosis Vaksin AstraZeneca 82% Efektif Tangkal Varian Baru Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:47 WIB
"Vaksin ini juga menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi terhadap varian Delta dan Alpha dengan pengurangan rawat inap atau...
Ist

Promosi Pariwisata, Seorang Milenial Gelar Ekspedisi Solo Keliling Danau Toba

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:27 WIB
Agar pariwisata Danau Toba serta adat istiadat dan budaya yang mendukungnya semakin dikenal masyarakat, Marco menggelar ekspedisi solo...
ANTARA/FAUZAN

Stok Vaksin Aman, Pemerintah Daerah Tidak Perlu Khawatir

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:24 WIB
Total vaksin bulk yang telah diterima Indonesia menjadi 144,7 juta dosis vaksin yang setelah diolah Bio Farma diperkirakan menjadi sekitar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya