Minggu 13 Juni 2021, 14:10 WIB

Menko PMK: Prevalensi Penyakit Jantung Terus Meningkat

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Menko PMK: Prevalensi Penyakit Jantung Terus Meningkat

Media Indonesia
Infografis

 

PENYAKIT tidak menular (PTM) masih menjadi ancaman dunia (global threat) yang berperan utama sebagai penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner/jantung iskemik adalah salah satunya.

"Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meresmikan Instalasi Kateterisasi Jantung dan Pembuluh Darah (Cath Lab) di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (12/6).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung di Indonesia sebesar 1,5%. Itu artinya, 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung.

D provinsi Jawa Timur sendiri, prevalensi penyakit jantung sebesar 1,5% dimana 2-3 dari 1000 orang menderita penyakit jantung. Karena itu, Muhadjir berharap, keberadaan laboratorium kateterisasi jantung di RS Siti Khodijah akan sangat bermanfaat dalam penanganan penyakit jantung di wilayah Jawa Timur.

"Jadi saya sudah lihat alatnya, ini adalah alat produksi mutakhir. Fungsinya sangat multifungsi. Tidak hanya untuk usia dewasa tapi juga untuk anak-anak dan juga bisa untuk penyakit saraf," tuturnya.

Peresmian Cath Lab itu dihadiri Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim, serta tuan rumah Direktur RS Khodijah dr Hamdan SpS (K), serta undangan lain dalam prokes yang ketat.

Muhadjir berharap, dengan adanya laboratorium kateterisasi jantung dan alat yang mutakhir bisa meningkatkan pelayanan dan penanganan penyakit jantung di wilayah Jawa Timur.

"Mudah-mudahan bisa meningkatkan pelayanan untuk semua klien, masyarakat Sidoarjo khususnya, dan mereka yang sudah menjadi klien RS Khodijah ini," terangnya.

Muhadjir berpesan pada pengelola RS Siti Khodijah untuk tidak berhenti berinovasi dalam memajukan pelayanan kesehatan yang ada.

"Jangan berhenti berinovasi mendiscover pada Cath Lab saja. Perkembangan teknologi kesehatan harus terus diikuti dan diadopsi kalau memang perlu," pesannya.

Selain itu, dia juga meminta agar RS Siti Khodijah memiliki cabang poliklinik di tiap wilayah kelurahan dan kecamatan di Sidoarjo.

"Paling tidak RS Khodijah Sepanjang ini punya 10 cabang poliklinik. Punya poliklinik pratama paling tidak," pungkas Muhadjir Effendy. (H-2)

Baca Juga

Antara

2.957 Pasien Korona Dirawat di Wisma Atlet kemayoran

👤Ant 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:39 WIB
Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (24/1) sebanyak 2.862...
Dok MI

Susu Sapi Penting untuk Cegah Stunting pada Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan...
Ilustrasi

Ini Pentingnya Yodium buat Ibu Hamil

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:55 WIB
yodium adalah mineral yang berhubungan dengan hormon tiroid yang mempengaruhi proses dan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya