Jumat 11 Juni 2021, 12:03 WIB

Warga Bolaang Mongondow Selatan Rasakan Guncangan Gempa M5,7

Atalya Puspa | Humaniora
Warga Bolaang Mongondow Selatan Rasakan Guncangan Gempa M5,7

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
: Seorang pria mengakses informasi aktivitas kegempaan melalui situs bmkg.go.id di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (9/6/2021)

 

Warga Bolaang Mongondow Selatan di Provinsi Sulawesi Utara merasakan guncangan gempa magnitude (M)5,7. Fenomena ini terjadi pada Jumat (11/6), pukul 09.23 WIB. Getaran dirasakan selama beberapa detik oleh warga setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan melaporkan guncangan terjadi selama 5 detik. Tidak ada informasi situasi panik yang dialami oleh warga setempat saat gempa terjadi. Sedangkan pada pantauan peta guncangan BMKG, gempa yang berlokasi 66 km tenggara Bolaang Mongondow Selatan ini teridentifikasi dengan kekuatan guncangan yang berbeda.

Baca juga:Resmi, Megawati akan Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Unhan

Dilihat dari Skala Mercalli atau MMI, kekuatan guncangan II MMI teridentifikasi di Taliabu, III MMI di Bitung dan Manado, III – IV MMI Tutuyan, Bolaang Mongondow Utara, Kotamobagu dan Gorontalo.

"Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa dengan kedalaman 14 km ini tidak berpotensi tsunami," ucap Raditya dalam keterangan resmi, Jumat (11/6).

Adapun, Bolaang Mongondow Selatan merupakan wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 5 kecamatan di wilayah ini berada pada kategori tersebut, dengan luas hingga 58.912 hektar. Kelma kecamatan dengan potensi tersebut yaitu Kecamatan Posigadan, Bolang Uki, Pinolosian, Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya gempa bumi. Fenomena alam ini belum dapat diprediksi waktu terjadinya. Korban luka-luka atau bahkan meninggal dunia saat gempa terjadi umumnya disebabkan reruntuhan bangunan dan bukan gempanya," bebernya.(H-3)

Baca Juga

DOK Kenari Daja

Kenari Djaja Award 2021 Bentuk Dukungan Terhadap Karya Anak Bangsa

👤Widhoroso 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:40 WIB
KOMPETISI desain handle atau gagang pintu yang digelar Kenari Djaja sukses memunculkan desain-desain inovatif dari...
Antara

Menteri PPPA Puji Protes Guru dan Murid Tolak Pernikahan Anak

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:30 WIB
Menurutnya, aksi penolakan ini menunjukkan kesadaran bahwa pernikahan anak di bawah umur tidak sepatutnya...
DOK Pribadi.

KLHK dan Le Minerale Inisiasi Standardisasi Bank Sampah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:17 WIB
Bank Sampah Bersinar mendapatkan penghargaan sebagai Bank Sampah Terbaik se-Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya