Kamis 10 Juni 2021, 07:37 WIB

Satgas Minta Pemda Antisipasi agar Pandemi Tetap Terkendali

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Satgas Minta Pemda Antisipasi agar Pandemi Tetap Terkendali

medcom/marji
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

 

MEMASUKI minggu ke-3 pasca-Idulfitri 2021, perkembangan kasus masih mengalami kenaikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut jika disandingkan periode yang sama pada tahun 2020, kenaikan pada tahun ini angkanya lebih rendah. Tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 53,4%, sedangkan tahun 2020 sebesar 80,5%.

Jika dilihat penyandingan pada minggu ke-3 pasca-Idulfitri (2020 vs 2021), perbedaan angkanya terlihat semakin signifikan. Meski demikian, potensi lonjakan masih menghantui dan pemerintah daerah harus segera mengantisipasi sebelum keadaan menjadi kritis dan tidak terkendali.

"Jangan sampai terlambat hingga situasinya menjadi kritis dan tidak terkendali. Mohon kepada seluruh bupati dan wali kota untuk segera memperbaiki penanganan covid-19 di daerahnya masing-masing," kata Prof Wiku dalam keterangannya, Kamis (10/6)

Berdasarkan kenaikan per provinsi, ada 2 provinsi penyumbang kasus terbesar yang masih bertahan dalam 5 besar kenaikan kasus tertinggi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Secara perbandingan, di tahun 2020 kenaikan tertinggi berada di Jawa Timur naik 535%, diikuti Sulawesi Selatan naik 293%, Kalimantan Selatan naik 113,8%, Jawa Tengah naik 44,2% dan DKI Jakarta naik 38,4%. Masing-masing provinsi itu juga memiliki kabupaten/kota yang paling berkontribusi dari tingginya kasus.

Sementara di tahun 2021, Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga masih masuk 5 besar provinsi dengan kenaikan tertinggi. Tertinggi berada di Jawa Tengah naik 120%, diikuti Kepulauan Riau naik 82%, Sumatera Barat naik 73%, DKI Jakarta naik 63% dan Jawa Barat naik 23%. Perbandingan dengan tahun lalu, kenaikan tingkat provinsi tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Di tahun lalu kenaikan tingkat provinsi bisa mencapai 500%, sementara kenaikan tahun ini hanya sebesar 120%.

"Namun kita tidak bisa hanya melihat keadaan di tingkat provinsi saja. Perlu melihat lebih jauh di tingkat kabupaten dan kota. Perlu diwaspadai kenaikan di beberapa kabupaten/kota terjadi secara signifikan. Kenaikannya dapat berkontribusi signifikan masing-masing provinsi," ungkapnya.

Baca juga:  Varian Baru dan Lonjakan Kasus di Kudus-Bangkalan, Ini Kata Satgas

Secara rincian, masing-masing provinsi dalam 5 besar tahun ini memiliki kabupaten/kota yang menyumbangkan kasus tertinggi. Mulai dari Jawa Tengah ada di Kudus naik 7.594%, Jepara naik 685%, Sragen naik 338%, Kota Semarang naik 193% dan Semarang naik 94%. Provinsi Kepulauan Riau kontribusi berasal dari Kota Batam naik 257%, Karimun naik 116%, Natuna naik 100%, Bintan naik 81% dan Tanjung Pinang naik 13%.

Provinsi Sumatra Barat kontribusi berasal dari Pasaman Barat naik 157%, Agam naik 151%, Solok naik 128%, Dharmasraya naik 125% dan Kota Padang naik 75%. Provinsi DKI Jakarta kontribusi dari Jakarta Selatan naik 92%, Jakarta Timur naik 67%, Jakarta Pusat naik 57%, Jakarta Utara naik 43% dan Jakarta Barat naik 42%. Provinsi Jawa Barat kontribusi dari Ciamis naik 700%, Bandung baik 261%, Cianjur naik 188%, Karawang naik 152% dan Cirebon naik 115%.

Pemerintah daerah perlu menyadari bahwa 25 kabupaten/kota tersebut merupakan penyumbang tertinggi dari kenaikan kasus Covid-19 selama 3 minggu terakhir secara nasional.

"Data kasus tingkat kabupaten/kota ini ini menunjukkan kondisi secara detail dan antisipasi harus dilakukan sebelum keadaan menjadi terlambat," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Pengalaman Relaksasi Menenangkan di Pullman Spa

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:49 WIB
Sebuah surga tersembunyi di tanah Pasundan, Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention hadir sebagai resor bintang 5 terbaru...
MI/ Rute Suryana

Stunting Berpengaruh Terhadap Berkurangnya IQ Secara Signifikan

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:30 WIB
Akses terhadap layanan kesehatan yang kurang serta permasalahan gizi sejak dini dapat menyebabkan perempuan menderita anemia dan akan...
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Varian Delta Covid-19 Bisa Pengaruhi Respon Sistem Imun Manusia

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 15 Juni 2021, 09:40 WIB
Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM Gunadi menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya