Senin 07 Juni 2021, 21:48 WIB

Inovasi Sunat Terbaru dengan Teknologi Powerlem

Mediaindonesia.com | Humaniora
Inovasi Sunat Terbaru dengan Teknologi Powerlem

DOK Pribadi.
.

 

KETAKUTAN terhadap proses kontrol pelepasan alat khitan yang dianggap menyakitkan sebagian besar pasien kini tidak akan terjadi lagi. Saat ini, metode sunat semakin bervariasi dan berkembang seiring perkembangan tekhnologi ilmu kedokteran, sehingga sebagian orangtua atau pasien mungkin akan bingung untuk memilih cara yang paling aman.

Dokter Khitan (www.dokterkhitan.com) menyediakan layanan khitan dengan berbagai metode terbaik dan terlengkap seperti elektro kauter atau laser sampai metode modern tanpa jahit, tanpa perban, tanpa ada alat yang menempel, dan tanpa kontrol. Adapun metode termodern yang ditawarkan di Dokter Khitan yaitu Powerlem. Metode khitan itu tanpa suntik, tanpa jahit, pasien tetap bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa ada alat yang menempel pada kelamin serta prosedur tindakan cepat dan mudah.

"Ini merupakan metode khitan paling inovatif saat ini. Pasien tidak akan terganggu dengan alat khitan yg biasanya masih terus terpasang sampai dengan sembuh serta pasien juga tidak perlu takut atau trauma dengan proses lepas klamp. Dengan Powerlem, pasien tidak perlu melakukan kontrol atau pelepasan alat. ini menghasilkan prosedur khitan yang lebih nyaman dan aman. Durasi tindakan khitan antara 10-15 menit," papar dr Ardinal.

Di Dokter Khitan, semua tindakan sunat bisa dilakukan di klinik dan rumah dari mulai sunat bayi, sunat anak, sunat gemuk, sunat wanita, dan sunat dewasa. Ini dibantu oleh dokter yang berpengalaman dan mematuhi standar medis sehingga penanganan tindakan sunat lebih terjamin. Tentu saja, pihaknya menerapkan aturan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar.

Untuk melakukan sunat di rumah, alat dan metode yang digunakan akan dipilih dengan mempertimbangkan waktu pengerjaan dan kondisi alat vital pasien. Semakin cepat dikerjakan, semakin minimal kontak dengan pasien sehingga lebih aman dari risiko penularan penyakit.

Adapun keunggulan melakukan  sunat di rumah, antara lain lebih praktis dan tanpa ribet keluar rumah, karena tim medis yang akan datang. Dengan demikian sunat menjadi lebih privasi dan nyaman. "Habis khitan bisa langsung istirahat, tanpa perlu bermacet-macetan di jalan. Tanggal dan waktu tindakan bebas ditentukan oleh pasien," katanya.

Sekadar diketahui, transaksi di Dokter Khitan sudah dipermudah dengan pembayaran secara online tanpa harus ribet menyiapkan uang tunai. Untuk menghindari biaya administrasi yang dibebankan dengan membeli voucer di Dokterlink. Jadi ini lebih praktis dan aman.

 

Dokterlink merupakan platform yang memberikan kemudahan untuk melakukan pembelian voucer layanan kesehatan secara online dengan bermacam metode pembayaran dan penawaran promo yang menarik. Dokter Khitan merupakan salah satu kategori layanan yang tersedia di Dokterlink. Dokterlink juga akan memberikan informasi kepada masyarakat luas seputar khitan yang sangat jelas dari informasi manfaat sunat, keunggulan, metode sunat yang terbaik, serta dilengkapi dengan layanan customer service terbaik. (RO/OL-14)

Baca Juga

MUI

MUI Hadiri Konferensi Internasional Lembaga Fatwa di Mesir

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:05 WIB
KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar menghadiri Konferensi Internasional Lembaga Fatwa yang digelar Dar Al Ifta...
Ant/M Risyal H

BOR Wisma Atlet Terus Alami Penurunan, Keterisian 27,5%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:55 WIB
KONDISI Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, sudah mengalami penurunan jumlah pasien covid-19. Saat ini RS menampung pasien sebanyak...
ANTARA/Fachrurrozi

Selama 3 Minggu Terakhir, Kasus Covid-19 di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi Meningkat

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:14 WIB
"Dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih tiga minggu terakhir maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya