Minggu 09 Mei 2021, 05:25 WIB

Zakat Menyucikan dan Menyelamatkan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Zakat Menyucikan dan Menyelamatkan

Dok. Pribadi
Pimpinan Ponpes Nurul Ilmi Ranggagata Lombok Timur, NTB, TGH Patompo Adnan.

 

KHALIFAH pertama Abu Bakar Radiallahuanhu menyatakan perang terhadap orang-orang yang tidak mau membayar zakat, atau golongan yang mencegah orang lain menunaikan zakat.

Umar bin Khattab lalu bertanya, kenapa orang yang sudah bersyahadat itu harus diperangi? Abu Bakar pun menjawab, karena Allah selalu menyandingkan perintah zakat dengan salat.

“Perintah salat dan zakat adalah perintah yang sering kali disebut dan berulang-ulang dibahas dalam Alquran. Hal itu menunjukkan bahwa salat dan zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam fondasi Islam,” ucap pimpinan Ponpes Nurul Ilmi Ranggagata Lombok Timur, NTB, TGH Patompo Adnan dalam kajian Kitab Al Mustatraf Bab Zakat, yang bisa disaksikan di kanal Youtube, kemarin.

Setidaknya, kata Patompo, ada 30 kali penyebutan kata zakat di dalam Alquran dan 27 kalinya disandingkan dengan kata salat. Salat merujuk pada ibadah yang langsung hubungannya antara hamba dengan Allah SWT atau habluminallah.

Adapun zakat, merujuk sebagai ibadah yang berupa pengamalan harta untuk diberikan kepada yang berhak sesuai 8 golongan penerima zakat atau ibadah ini disebut dengan habluminannas.

Perintah salat dan zakat ditunjukkan sebagai bentuk manusia yang mengerti akan kebenaran dan kebatilan. Mereka yang memahami kebenaran Islam, tentu tidak akan menolak untuk mengerjakan salat dan zakat.

Hal itu seperti difirmankan Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 110 yang berbunyi, “Dan tegakkanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Demikian juga pada surah Al-Bayyinah ayat 5. Ayat-ayat ini, kata Patompo, menerangkan tidak berbedanya kewajiban salat dengan zakat. Pada kewajiban salat ada yang disebutkan untuk mewujudkan kesolehan secara personal hubungan antara hamba dengan Allah dan juga ada hubungan secara sosial.

Ketika seseorang melaksanakan salat, dia tidak berbuat mungkar dan keji. Akhirnya masyarakat menjadi aman sebagaimana zakat, selain kesalehan secara personal bahwa zakat itu bisa mensucikan seseorang dari dosa, tapi juga efek sosialnya sangat tinggi.

 

 

Menahan hujan

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tidaklah suatu kaum menahan zakat mereka kecuali Allah pasti akan menahan turunnya hujan. Jadi salah satu yang menjadikan hujan tidak turun adalah keengganan untuk berzakat. Sebab, dinilai zakat itu akan mengurangi harta.

Rasulullah telah menyampaikan bahwa tidak akan berkurang harta karena disedekahkan atau karena dizakatkan. Begitu juga tidaklah zakat mencampuri mal harta seseorang.

Zakat dari harta kita bukan saja menyelamatkan kehidupan orang lain, melainkan juga menyelamatkan hidup kita dari sikap keserakahan, berlebih-lebihan, dan bermewah-mewahan. Karena itulah, sahut Patompo, wajar jika zakat dan salat menjadi salah satu pilar Islam.

“Kemiskinan yang terjadi di masyarakat sebenarnya bukan saja berefek terhadap satu keluarga, melainkan juga pada masyarakat secara umum. Apa yang kita makan, makanan akan habis, tetapi apa yang kita sedekahkan itu akan tetap ada sampai hari kiamat,” pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya