Sabtu 08 Mei 2021, 05:10 WIB

Merangkai Idul Fitri dengan Puasa Ramadan

Ardi Teristi | Humaniora
Merangkai Idul Fitri dengan Puasa Ramadan

MI/Adam Dwi
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

 

KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan menyongsong Idul Fitri boleh dijalani dengan kegembiraan. Namun, itu jangan dilakukan secara berlebihan dengan belanja dan aktivitas lainnya yang melampaui kemestian, apalagi dengan berkerumun.

Idul Fitri, lanjut dia, harus tetap dijalani sebagai satu rangkaian dengan puasa Ramadan. Lebih-lebih situasi pandemi yang belum reda, kesahajaan harus dikedepankan dan jauhi keberlebihan karena Allah tidak menyukai hamba-hamba yang melampaui batas. Seperti disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 87, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.

"Ingat banyak saudara kita yang kekurangan dan terdampak pandemi. Selaku insan beriman mesti menunjukkan sikap empati, simpati, dan peduli sebagai wujud ihsan dan kesalehan," imbuh Haedar, Kamis (6/5).

Kegiatan ibadah yang melibatkan kerumunan juga sebaiknya dihindari dan ditempuh cara yang juga dibolehkan syariat Islam di kala darurat. Ia mengingatkan, jangan merasa aman dan terbebas dari pandemi. Kaum muslim dapat menjadi uswah hasanah dalam keadaan normal, lebih-lebih di kala darurat. "Jauhi sikap ananiyah (egois) dan ghuluw (ekstrem) dalam beragama dan menyambut Lebaran," kata dia.

Salat sunah Idul Fitri pun perlu super hati-hati. Kalau salat Idul Fitri tidak memungkinkan dilakukan melibatkan jemaah yang banyak, sebaiknya salat Idul Fitri dilakukan sangat terbatas di sekitar lingkungan atau di rumah tanpa melibatkan jemaah yang banyak.

"Sabda Nabi, jauhi hal yang darurat dan yang menimbulkan kedaruratan bagi orang lain. Allah mengingatkan dalam Alquran, jangan menjatuhkan dirimu pada kebinasaan atau kehancuran (QS Al-Baqarah: 195)," kata dia. Bersamaan dengan itu, lanjut Haedar, Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan dalam beragama (QS Al-Baqarah: 185).

 

Ikhtiar

Pemerintah telah melarang mudik. Haedar meminta sebaiknya semua mengikuti arahan tersebut demi mencegah wabah dan mengatasi pandemi agar tidak bertambah luas.

"Memang berat meninggalkan tradisi mudik yang memiliki manfaat positif bagi persaudaraan di tempat asal. Namun, karena situasi pandemi, akan lebih maslahat bila semua pihak bersikap saksama," pesan dia.

Sikap saksama bukanlah takut dan paranoid, melainkan bagian dari ikhtiar mengatasi pandemi. Pihaknya juga berharap pemerintah membatasi kegiatan wisata dan pusat keramaian lainnya agar konsisten.

"Apalah artinya mudik dilarang kalau pusat-pusat keramaian publik dilonggarkan," tegas Haedar.

Menurut dia, mencegah dan menahan diri dari segala bentuk kerumunan dan keadaan yang membuat mudarat harus diutamakan bagi setiap warga bangsa yang baik dan bertanggung jawab. Lebih-lebih bagi muslim yang berpuasa dan berhasil dengan puasanya dalam pengendalian diri, hal itu harus diutamakan. (H-3)

Baca Juga

Antara

Lockdown Bisa Mempercepat Pemulihan Ekonomi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 20 Juni 2021, 13:55 WIB
Selain itu, lockdown juga bisa menurunkan angka kematian akibat covid karena membatasi secara maksimal...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

BMKG: Gelombang Tinggi Masih Mengancam Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 20 Juni 2021, 11:31 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 20 - 21 Juni...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Covid-19 Melonjak, Kapolri Minta Pemetaan di Tingkat RT/RW

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 20 Juni 2021, 11:18 WIB
Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar empat pilar terus melakukan mapping atau pemetaan di wilayah RT atau...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya