Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Indonesia (UI) bersama dengan Daewoong Pharmaceutical menyelenggarakan Pharmaceutical R&D Education Program (Program Edukasi Litbang Farmasi) mulai April tahun ini. Program itu bertujuan untuk mendorong pengembangan dan kapabilitas formulasi obat baru.
Pharmaceutical R&D Education Program adalah program pengembangan talenta global yang memberikan pengalaman praktek dan pendidikan pengembangan obat dan formulasi baru untuk mahasiswa gelar Master dan PhD Fakultas Farmasi UI. Program itu dilaksanakan di Daewoong Pharmaceutical R&D Center, Korea.
Baca juga: Survei, Mayoritas Mahasiswa dan Dosen UI Pilih Blended-Learning
Sebelumnya Daewoong Pharmaceutical juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan UI di bidang edukasi dan penelitian yang mencakup pemberian pembelajaran akademis bagi para peserta pada Januari lalu. Para mahasiswa gelar Master dan Ph.D. dari Fakultas Farmasi UI berkesempatan mengikuti program pelatihan selama enam bulan di perusahaan farmasi Korea dan mendapatkan SKS. Di saat yang sama, perusahaan dapat mendorong pengembangan industri farmasi global dan membantu para pakar.
Peserta ditempatkan di Chemical Pharmaceutical and Biopharmaceutical Research Division, Daewoong Pharmaceutical R&D Center yang berlokasi di Yongin, Provinsi Gyeonggi-do, Korea Selatan hingga Agustus nanti. Peserta akan mendapatkan pengalaman praktek dan berpartisipasi dalam proses penelitian pengembangan obat yang sebenarnya.
Selain itu, setiap peserta juga dapat memperoleh berbagai pengetahuan mengenai formulasi obat terkini melalui program mentoring yang melibatkan dua peneliti dari Daewoong Pharmaceutical dan mengikuti ceramah khusus yang diberikan oleh para profesor dari Korea. Peserta dengan nilai evaluasi terbaik selama program ini akan mendapatkan poin tambahan saat melamar pekerjaan di Daewoong Pharmaceutical di masa mendatang.
Diungkapkan CEO Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon pihaknya telah melakukan segala upaya untuk memprioritaskan keselamatan para peserta dengan mengikuti protokol pencegahan covid-19 dengan melakukan tes pemeriksaan sebanyak dua kali, melakukan karantina selama dua minggu, dan pembuatan pedoman karantina untuk para peserta. Selain itu, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia umat Muslim, program itu telah menyediakan makanan bebas daging babi dan menyediakan ruang sholat yang dapat digunakan selama Ramadan.
Sabila Robbani, salah satu peserta program dan mahasiswa gelar Master dari Fakultas Farmasi UI mengaku senang dapat belajar dan melakukan praktek nyata sesungguhnya dalam pengembangan obat melalui Pharmaceutical R&D Education Program. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan aktif dari Daewoong Pharmaceutical. Saya berharap dapat banyak belajar dari program pendampingan dan pendidikan ini di masa depan dan dapat berkontribusi dalam pengembangan industri farmasi Indonesia setelah mendapatkan pengetahuan pengembangan obat global yang saya dapatkan dari program ini."
"Kami senang dapat bekerja sama dengan para generasi berikutnya yang akan memimpin industri farmasi dan bio Indonesia. Kami berharap para peserta akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan praktek dengan terlibat dalam proyek pengembangan obat baru Daewoong Pharmaceutical. Daewoong Pharmaceutical akan terus menumbuhkan talenta global untuk mengembangkan obat baru yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup umat manusia," ujar Gwan Young Kim, Head of Daewoong Pharmaceutical R&D Center.
Daewoong Pharmaceutical terus memimpin upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan membina talenta di Indonesia melalui berbagai kegiatan di Indonesia. Saat ini, perusahaan sedang melaksanakan Daewoong Social Impactor melalui anak perusahaannya PT. Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia untuk menemukan talenta muda yang memiliki ide-ide kreatif dan mampu menemukan solusi layanan kesehatan kesehatan lokal dan berkomunikasi dengan masyarakat umum melalui saluran sosial media. (RO/A-1)
Para siswa juga diperkenalkan profil kampus USK, FMIPA, dan Departemen Farmasi sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap farmasi dan profesi apoteker.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Probiotec, merampungkan konsolidasi empat pabrik menjadi satu fasilitas berskala besar di Kemps Creek, New South Wales.
PT Holi Pharma kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dengan membuka akses mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri farmasi Indonesia.
TENAGA apoteker yang kompeten dan tersebar merata di Indonesia masih menjadi kebutuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved