Jumat 09 April 2021, 14:10 WIB

Koalisi LSM Canangkan Indonesia Zero Stunting Tahun 2030

Muhammad Fauzi | Humaniora
Koalisi LSM Canangkan Indonesia Zero Stunting Tahun 2030

dok.YKP
GABUNGAN Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mencanangkan Indonesia bebas Stunting 2030.

 

GABUNGAN Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mencanangkan Indonesia menjadi negara yang terbebas dari stunting atau zero stunting pada 2030 mendatang.

Adapun stunting adalah kondisi yang timbul akibat kekurangan gizi berkepanjangan, yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak.

Permasalahannya, apabila dilihat dari prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada bayi di Indonesia.

Menyadari hal ini, dua lembaga nirlaba 1000 Days Fund atau Yayasan Seribu Cita Bangsa dan Yayasan Kesehatan Perempuan mencanangkan sebuah inisiatif publik bertajuk Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting 2030.

Lead Strategist 1000 Days Fund, Zack Petersen menyebut ada 9 juta anak balita di Indonesia yang mengalami stunting.

"Ini adalah sumber daya manusia masa depan Indonesia.  Mereka tumbuh  dengan ancaman pneumonia dan diare, dan sering sakit, otak dan sistem imunitas mereka tidak tumbuh dengan seharusnya sehingga mereka tidak bisa berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan Indonesia," ujar Zack dalam keterangannya, Jumat (9/4).

Tak hanya itu, menurutnya masih banyaknya kasus stunting lantaran masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting.

Hal tersebut menyebabkan masyarakat masih mengabaikan gizi yang seimbang dan kebersihan yang menjadi kontributor penyebab stunting. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya jumlah ibu hamil yang menderita anemia, kondisi yang berisiko tinggi untuk melahirkan anak yang stunting.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan, Nanda Dwita Sari menuturkan bahwa kesehatan ibu  merupakan tonggak utama kesejahteraan anak dan keluarga.

Oleh karenanya pengentasan Indonesia dari stunting dapat dilakukan pertama mulai dari intervensi langsung kepada  perempuan, dengan menyediakan informasi terkait merencanakan kehamilan, menjalani kehamilan, persalinan hingga setelah melahirkan sampai dengan bayi berumur dua tahun.

"Kedua, mendorong tersedianya layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Ketiga, pelibatan pihak terkait seperti peran laki-laki dalam pencegahan stunting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung  sehingga tercipta perubahan perilaku dalam pemenuhan kesehatan perempuan dan anak yang lebih baik," tegasnya.

Nanda menjelaskan, lahirnya gerakan masyarakat yang dicanangkan timbul dari kesadaran bahwa peran komunikasi publik sangat krusial untuk mengangkat isu stunting menjadi sebuah urgensi nasional.

Kemudian, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyatakan bahwa penurunan prevalensi stunting merupakan pilar utama bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

"Oleh karena itu, misi ini perlu melibatkan pihak-pihak di luar pemerintah. Untuk itu, BKKBN akan segera mewujudkan kemitraan dengan sebanyak-banyaknya pihak melalui wadah #1000MitraUntuk1000Hari," paparnya. (OL-13)

Baca Juga

 Foto/Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi: Pandemi Masih Ada dan Nyata, Jangan Lengah

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 19 April 2021, 10:49 WIB
Presiden berpesan kepada masyarakat agar terus waspada dan tidak lengah lantaran masih dalam situasi pandemi...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Menag Desak Aparat Tindak Semua Pelaku Penista Agama

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 19 April 2021, 10:41 WIB
Pernyataan Menag itu menanggapi dua kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang dan Desak Made Darmawati, baru-baru...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Update 19 April, RS Wisma Atlet Tampung 1.498 Pasien Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Senin 19 April 2021, 10:29 WIB
Adapun jumlah tempat tidur di 4 tower di RSD Wisma Atlet ini mencapai 5.994. Artinya keterisian tempat tidur di Wisma Atlet mencapai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jalan Tol dan PKT untuk Ekonomi yang Lebih Baik

Pembangunan jalan tol sejatinya berpengaruh terhadap roda perekonomian bahkan sejak mulai tahap perencanaan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya