Selasa 09 Maret 2021, 13:52 WIB

Sandiaga: Salah Mengejar Angka Wisatawan, Harus Kualitas

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Sandiaga: Salah Mengejar Angka Wisatawan, Harus Kualitas

Antara/Fikri Yusuf
Ilustrasi

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pihaknya akan berfokus pada pembenahan tempat-tempat wisata di Tanah Air.

Dia mengaku, jumlah wisatawan bukan sesuatu yang harus diutamakan. Namun, pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism, patut diperhitungkan dengan mengajak masyarakat berkegiatan positif terhadap lingkungan.

Baca juga: Komunitas Cinta Berkain Perjuangkan Jatidiri Bangsa

"Kami enggak akan lagi kejar angka-angka (wisatawan), salah kemarin. Kita kejarnya kualitas saja. Dampak terhadap lingkungan itu yang bakal mengubah destinasi ini ramah lingkungan," kata Sandiaga dalam acara MarkPlus Inc secara virtual, Selasa (9/3).

Menurutnya, dampak adanya pandemi, bisnis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi dianggap tidak lagi sama, yakni membutuhkan program keberlanjutan untuk pemulihan di bidang tersebut.

"Paket wisata itu harus peduli lingkungan, atraksi yang kekinian. Datang ke wisata, tinggalkan bus-bus yang penuh sesak. Harus ada inovasi dan sekarang ada CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment)," kata Sandiaga.

Kemenparekraf sendiri menargetkan jumlah sertifikasi CHSE menjadi 6.500 pada tahun ini. Angka itu diketahui naik dari sebelumnya sebanyak 6.000 pelaku usaha pada 2020.

Sertifikasi tersebut diberikan kepada pelaku usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata, guna memberikan jaminan keamanan dan kebersihan kepada wisatawan selama pandemi covid-19.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, adanya pandemi membuat perubahan tren wisata, dengan berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan. Namun, kualitas terhadap destinasi diharapkan pihaknya tidak boleh diabaikan.

"Pembukaan pariwisata domestik bertahap, untuk pariwisata mancanegara kita lagi rumuskan. Kita harus mengejar quality juga. Jumlah wisatawan kita jebol jadi empat juta (di 2020). Kita harus gerak cepat dan bergerak bersama-sama," tegas Sandiaga.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dikatakannya turun hingga 75%. Pada 2019, jumlah wisman lebih dari 16 juta. Adapun pada 2020 turun menjadi 4,08 juta kunjungan wisman.

Lalu, jumlah tenaga kerja pariwisata juga mengalami penurunan, yakni menjadi 13,97 juta orang di 2020 dari sebelumnya 14,96 juta orang pada 2019. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Debat Jalan Ataturk dan Pola Pikir yang Mandek

👤Bernando J Sujibto Dosen Prodi Sosiologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, peneliti isu-isu sosial-budaya Turki, menerjemahkan karya-karya Turki ke dalam bahasa Indonesia, buku terbaru Kitab Hitam Turki (2021) 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
RENCANA mengubah nama jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi Jalan Ataturk serentak menyedot kontroversi di tengah...
Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya