Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
TANTANGAN bangsa Indonesia kedepan, ternyata tetap menarik untuk dibahas terutama pada ruang akademik. Forum 2045 memastikan akan membedah tantangan tersebut lewat simposium yang digelar selama tiga hari mulai, Minggu (7/3).
Simposium nasional bertajuk Memajukan Kesejahteraan Umum itu diyakini dapat menjadi visi utama yang ingin dicapai pada tahun 2045 sekaligus untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan yang tertera pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut panitia simposium Untoro Hariadi, dipilihnya tema Memajukan Kesejahteraan Umum bukan hanya karena term tersebut termuat di dalam teks Pembukaan UUD 45, melainkan diyakini itulah “yang ideal” yang hendak dicapai bangsa.
‘’Kesejahteraan umum, tentu tidak perlu dipersempit hanya dalam pengertian ekonomi, melainkan harus dibebaskan agar dapat kembali kepada pengertiannya yang lebih luas dan dalam, yakni keadaan bangsa yang sepenuhnya terbebas dari segala ciri kolonial yang merendahkan martabat manusia dan bangsa,’’ katanya, Rabu (3/3).
Ia menjelaskan, ibarat sebuah kapal besar, bangsa ini hendak berlayar, tentu dibutuhkan kejelasan lokasi yang hendak dituju, rute dan keseluruhan informasi tentang keadaan selama perjalanan, termasuk cuaca.
Baca juga : Pemerintah Indonesia Komitmen Fokus Tuntaskan Stunting
‘’Dengan demikian, pengetahuan (tentang segala sesuatu), merupakan hal yang mutlak ada, dan bahkan harus terus dikembangkan, mengingat keadaan yang terus bergerak dinamis,’’ papar Untoro.
Ditambahkannya, simposium dikemas dengan tujuan. Pertama, melalui ruang akademik dimana masalah-masalah mendasar bangsa dikaji dengan pendekatan ilmiah, sehingga masalah yang ada menjadi lebih terbuka dan dimungkinkan untuk ditemukan jalan keluarnya.
Kedua, simposium memungkinkan terbangunnya jaringan pengetahuan di kalangan kaum intelegensia, diharapkan mampu memfasilitasi kaum intelegensia dalam memenuhi tanggungj awab intelegensia dan moral.
Ketiga, diharapkan dapat melebarkan akses publik terhadap pengetahuan kritis, yang memungkinkan publik luas ambil bagian secara akademik menyumbangkan pikiran-pikiran baru, yang diharapkan dapat memperluas partisipasi publik dalam memajukan kesejahteraan umum
Acara tersebut akan hadir, antara lain, Jaya Suprana (Budayawan), Sudirman Said (Ketua Institut Harkat Negeri), Prof. Samsul Rizal (Rektor Unsyiah), Dr. Ignas Kleden (Cendekiawan), Prof. Ni’matul Huda (profesor Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia-UII), Cungki Kusdarjito, Ph.D. (Rektor Universitas Janabadra 2013-2018), Nursyahbani K (aktivis emansipasi wanita) , Prof. Armaidy Armawi (Guru Besar Universitas Gadjah Mada)., Prof Purwo Santoso (Guru Besar Universitas Gadjah Mada), Prof. Gusti M. Hatta (Menteri Riset dan Teknologi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II), Prof. M. Baiquni (Guru Besar Universitas Gadjah Mada), Prof Nurhayati Rahman (Penulis La Galigo, Guru Besar Universitas Hasanudin), Prof. Joni Hermana (Rektor ITS periode 2015 – 2019), dan Prof. M. Johannes S. (Rektor Universitas Pattimura). (RO/OL-2)
RSUI terus berkomitmen menghadirkan layanan kanker yang komprehensif serta mengembangkan pelayanan kanker untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seminar internasional ini membahas bagaimana negara perlu memperkuat kapasitas tata kelola publik di tengah lanskap global yang semakin kompleks.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.
AI harus dilihat sebagai peluang besar untuk menciptakan solusi kreatif dalam berbagai bidang, terutama pendidikan.
Kompetensi digital harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan nilai profesional.
Prof. Bo An menjelaskan tentang peran penting Autonomous Agents dalam memecahkan berbagai permasalahan kompleks di dunia nyata.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved