Kamis 25 Februari 2021, 10:12 WIB

Alhamdulillah TMC BPPT Sukses Turunkan Hujan di Laut

Siswantini Suryandari, Faustinus Nua | Humaniora
Alhamdulillah TMC BPPT Sukses Turunkan Hujan di Laut

DOK BPPT
TMC Redistribusi awan berpotensi hujan di Jabodetabek, Rabu (24/2/2021)

 

BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021.

Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata.

Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek.

Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya.

Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis  menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. 

"Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya.

Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya.

baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan

Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute:

1.  Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl

2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl.

3.  Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl.

Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)


 

Baca Juga

DOK Pribadi.

Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan Al-Qur'an untuk Pulau Terluar

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 14:25 WIB
Prof Marsetio menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Muslim Sinar...
AFP/Matthew Hatcher.

Mengenal Ragam Teknologi Pembuatan Vaksin Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 13 April 2021, 14:08 WIB
Platform klasik yang banyak digunakan antara lain vaksin dari virus utuh yang...
DOK Pribadi.

Minuman Kolagen Serat untuk Tampil Awet Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 13:25 WIB
Metabolisme yang melambat biasanya disebabkan oleh kurangnya konsumsi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya