Sabtu 20 Februari 2021, 18:15 WIB

BPPT Siapkan TMC untuk Redam Potensi Banjir Jabodetabek

Atalya Puspa | Humaniora
BPPT Siapkan TMC untuk Redam Potensi Banjir Jabodetabek

ANTARA/FAUZAN
Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir di Ciledug Indah, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (20/2).

 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada esok hari, Minggu (21/2). Hal tersebut merespon kejadian banjir yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Jabodetabek.

"Koordinasi dengan BNPB sudah dilakukan sejak tadi pagi. Operasi TMC segera dilakukan Rencana besok, posko TMC sudah siap sebenarnya dari Desember 2020," kata Hamam kepada Media Indonesia, Sabtu (20/2).

Merujuk hasil TMC redistribusi curah hujan di Jabodetabek 2020, bahwa redistribusi curah hujan mampu mengurangi curah hujan sebesar 21%-47% terhadap curah hujan alamnya.

Baca juga: Menkes Sebut Mobilitas Warga di Libur Imlek tidak Tinggi

"Maka diharapkan dengan penerapan operasi TMC saat ini akan mengurangi potensi kerugian baik secara ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian, Kepala BBTMC-BPPT mengungkapkan, BBTMC telah menyiapkan sumber daya berupa peralatan dan logistik terkait yang diperlukan untuk operasi TMC di Lanud Halim Perdanakusuma.

Diakui Jon Arifian, pelaksanaan TMC redistribusi curah hujan untuk mengurangi dampak banjir membutuhkan upaya dan sumber daya yang lebih dibandingkan TMC untuk menambah curah hujan, diantaranya kesiapan pesawat karena masifnya pertumbuhan awan.

"Sebagai gambaran pada operasi TMC redistribusi curah hujan di Jabodetabek 2020, BBTMC mengerahkan sumber daya peralatan seperti pesawat CN 295, Cassa 212-200 dan juga pesawat Piper Chayenne," ungkapnya.

Metode TMC penyemaian awan untuk redistribusi curah hujan yang disiapkan, lanjut Jon Arifian, meliputi metode jumping process dan sistem kompetisi.

Metode jumping process adalah perlakuan penyemaian pada awan-awan di luar wilayah rawan banjir yang pergerakannya mengarah menuju wilayah rawan banjir.

Sedangkan sistem kompetisi adalah menyemai bibit awan yang masih kecil secara masif di daerah rawan banjir. Sehingga awan tersebut tidak sempat berkembang menjadi hujan secara masif atau diupayakan buyar sebelum mencapai wilayah rawan banjir.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi selama beberapa hari ke depan, hingga tanggal 25 Februari 2021. Pasalnya, berdasarkan prediksi BMKG, hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia, ternasuk Jabodetabek.

"Hari ini kita harus waspada karena puncak musim penghujan masih berlangsung dari Februari sampai awal Maret. Intensitas hujan masih lebat. Lalu pada tanggal 22 intensitas hujan akan menjadi ringan. Selanjutnya, kita harus waspada pada 23 dan 24 mendatang. Hujan intensitas lebat hingga sangat lebat ini akan merata di seluruh wilayah Indonesia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (H-3)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Wapres: Akademisi Harus Berinovasi untuk Lawan Disrupsi Informasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 06:55 WIB
Khususnya terkait pandemi covid-19. Wapres mengajak kalangan akademisi untuk terus menjalankan riset soal covid-19 dan pemulihan ekonomi...
Ist

KLHK Latih Masyarakat Kembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 03:56 WIB
KLHK melakukan peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan kelompok tani hutan dalam pengembangan hasil hutan bukan...
AFP/Jason Redmond

Butuh Peran Generasi Muda Atasi Tantangan Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:46 WIB
Suhu global pada 2020 menempati peringkat kedua teratas sebagai tahun terpanas sejak zaman pra...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya