Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjanto mengaku masih kesulitan menemukan kotak hitam berupa perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air Boeing 735-500 classic series dengan kode penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu pada (9/1).
Baca juga: Pada Wetlands Day, Pemerintah Terus Lindungi Gambut dan Mangrove
"Pencarian memory unit CVR dikukan tanpa bantuan under water locaton beacon. Kami mencari CVR meraba-raba di dasar laut. Ini jadi kesulitan sendiri yang kita hadapi," kata Soerjanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (3/2).
Soerjanto mengatakan, pada (12/1), Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu.
Data FDR tersebut, berhasil diunduh dengan total 370 parameter, merekam 27 jam penerbangan, termasuk penerbangan SJ-182.
Soerjanto juga menjelaskan, dari temuan awal data Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), diungkapkan bahwa pesawat terakhir kali memancarkan data pada pukul 14.40 WIB dan menunjukkan pesawat berada di ketinggian 250 kaki dari permukaan laut.
Mesin pesawat, termasuk turbin dikatakan tidak mati saat kecelakaan. Hal ini diindikasi berdasarkan temuan KNKT, soal hancurnya bagian turbin pesawat SJ-182 di dalam laut.
"Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tidak mengalami kerusakan signifikan dalam tiga hari sebelum insiden kecelakaan terjadi. Catatan itu sejak 6 hingga 9 Januari 2021," pungkas Soerjanto. (OL-6)
KNKT membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memeriksa black box pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
Kecelakaan udara tragis menimpa pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT).
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Pesawat bernomor registrasi PK-THT yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1).
KNKT menyimpulkan insiden ATR 42-500 sewaan KKP sebagai CFIT: pesawat masih terkendali namun menghantam lereng Gunung Bulusaraung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved