Senin 25 Januari 2021, 16:02 WIB

Pemalsuan Surat Tes Swab Picu Klaster Pesawat

Rahmatul Fajri | Humaniora
Pemalsuan Surat Tes Swab Picu Klaster Pesawat

Antara
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan memalsukan surat hasil tes swab akan menimbulkan dampak yang berbahaya. Ia mengatakan dengan adanya surat palsu itu akan mengakibatkan timbulnya klaster penyebaran dalam pesawat.

"mereka ini tanpa menyadari dengan mencari keuntungan tetapi akibatnya yang sangat besar. Bahkan, sempat terjadi adanya klaster pesawat," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/10.

Ia mengatakan pemerintah dan pihak bandara telah menerapkan aturan tes swab antigen atau PCR agar tak terjadi adanya penularan dengan pesawat. Namun, apa yang dilakukan oleh pemalsu surat tes covid-19 itu akan membuat usaha itu menjadi sia-sia. Selain itu, juga merugikan masyarakat yang telah mengikuti aturan dan harus terkena imbas, jika salah satu pengguna tes swab palsu itu positif covid-19.

"Kasihan yang sudah mengikuti aturan akhirnya turun dari pesawat maupun turun dari kereta api yang terjadi adalah terjadi penyebaran di dalamnya. Inilah orang orang yang memang harus terus kita lakukan penindakan secara tegas," kata Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya terus menindak para pemalsu tes covid-19 palsu. Terakhir, polisi mengamankan tujuh orang tersangka yang merupakan pembuat hingga pengguna surat palsu itu.

Baca juga: Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19, Pfizer-BioNTech

Polisi menangkap RSH (20) dan RHM (22) yang merupakan membuat surat hasil tes swab palsu. Mereka menawarkan jasanya melalui media sosial facebook dengan akun redy1109. Ia mengatakan pelaku menjual surat hasil tes antigen dengan tarif Rp75 ribu dan tes swab PCR dengan tarif Rp900 ribu.

"RSH dan RHM ini yang menawakan surat hasil swab antigen tanpa melalui test. Cukup dengan data pribadi nanti akan keluar suratnya lengkap dengan stampelnya kemudian print out dengan hasil non reaktif," kata Yusri.

Kemudian, lima tersangka lainnya yang turun diamankan dengan perannya masing-masing. Pertama, IS (23) yang memesan, membeli, dan menggunakan surat tes swab palsu tersebut. Lalu, MA (25) yang memesan kepada RSH. Kemudian, SP (38) yang menyuruh MA dan membayar surat tes swab palsu itu.

Selanjutnya, MA (20) yang menyuruh tersangka lainnya, Y (23) untuk memesan surat tes swab tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 35 Jo pasal 51 UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Infomasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 263 KUHP dan atau pasal 268 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat keterangan dokter dengan ancaman maksimal dua belas tahun tahun penjara. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Sebanyak 60 Rumah Rusak Ringan Pascagempabumi M 5,2 Halmahera

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 09:30 WIB
Gempabumi yang berpusat pada Lintang 0.54 LS dan Bujur 127.51 BT serta kedalaman 10 kilometer tersebut juga merusak beberapa bagian gedung...
Ist

Indonesian Dangdut Coffee House Diresmikan di New York

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 09:00 WIB
Konjen Arifi optimistis dangdut akan berhasil mendapatkan pengakuan resmi dari badan PBB UNESCO sebagai salah satu warisan budaya...
Dok. Ciputra Artpreneur

Ciputra Artpreneur Gelar Pameran Hidup Berdampingan dengan Musuh

👤Humaniora 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 09:00 WIB
Ciputra Artpreneur menggelar pameran virtual karya 100 seniman bertema Hidup Berdampingan dengan Musuh pada 25 Februari-1 Juni...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya