Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI masa pandemi covid-19 ini, kesehatan mental menjadi salah satu masalah yang dihadapi masyarakat, selain tetap menjaga kesehatan secara fisik. Banyak cara dilakukan untuk tetap sehat secara mental, mencoret-coret salah satunya.
Jika sebelumnya, sejumlah ahli mendefinisikan corat-coret sebagai bentuk lamunan proaktif karena dilakukan tanpa sengaja, baru-baru ini pakar kesehatan mental mengungkap tentang manfaat mencorat-coret bagi seseorang.
Dilansir Boldsky, menurut peneliti, kebiasaan mencorat-coret atau menggambar di kertas tanpa konsep ternyata bermanfaat bagi kesehatan mental. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya.
1. Membantu konsentrasi
Meski kedengarannya kontradiktif, sebuah penelitian menemukan bahwa setelah ceramah atau pertemuan, mereka yang mencoret-coret dapat mengingat lebih banyak informasi daripada yang bukan pencoret.
Para ahli menunjukkan bahwa corat-coret membantu Anda berkonsentrasi karena memerlukan upaya kognitif yang cukup untuk mencegah Anda melamun. Artinya, mencoret-coret membantu Anda lebih fokus dan tetap terlibat, menahan pikiran atau otak agar tidak melenceng.
2. Membantu memproses emosi
Beberapa penelitian setuju bahwa corat-coret atau ekspresi artistik dapat membantu individu menangani perasaan dan emosi mereka dengan cara yang lebih baik. Sama seperti membuat jurnal yang membantu Anda berhubungan dengan emosi dan perasaan, corat-coret juga dapat membantu Anda mengenali dan mengekspresikan emosi dengan lebih baik.
3. Mengurangi tingkat stres
Manfaat ini sejalan dengan praktik pemberian buku mewarnai kepada anak, sesuatu yang Anda ingat pernah dilakukan di taman kanak-kanak. Sama seperti manfaat buku mewarnai untuk menghilangkan stres yang telah terbukti membantu menenangkan amigdala, (bagian dari otak yang mengontrol respons melawan atau lari), corat-coret dapat membantu mengendalikan tingkat stres seseorang.
Pakar kesehatan mental menunjukkan bahwa gerakan berulang dari menggerakkan pena di sepanjang halaman membuat bentuk yang sama (berulang kali) dapat membuat rileks, dan karena corat-coret itu 'gratis', orang tidak perlu khawatir membuat 'kesalahan'.
4. Membantu belajar
Seperti yang telah dibuktikan bahwa corat-coret dapat membantu meningkatkan tingkat konsentrasi seseorang, itu juga dapat membantu belajar jadi lebih baik. Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa individu yang mencoret-coret ketika merasa pikirannya melayang di kelas atau ruang pertemuan dapat mendapatkan kembali konsentrasinya.
5. Membantu meningkatkan kreativitas
Menurut para ahli, corat-coret dapat membantu merangsang area otak yang biasanya tetap tidak aktif, sehingga membantu Anda menganalisis informasi secara berbeda saat Anda 'menerangi berbagai jaringan di otak'. Mencoret-coret pada dasarnya adalah berpikir dalam gambar, dan membantu merangsang otak Anda.
Beberapa manfaat lain dari mencoret-coret adalah mengatur suasana hati dan perilaku adiktif (kompulsif) Anda, membantu mengingat kembali memori, pikiran dan tubuh lebih santai serta meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah. (Ant/H-2)
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved