Kamis 14 Januari 2021, 04:25 WIB

Registrasi Vaksin Nakes Minim

Van/Bay/Ata/H-2 | Humaniora
Registrasi Vaksin Nakes Minim

MI/M IRFAN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat kerja lanjutan dengan Komis IX DPR, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

 

HINGGA Rabu, 13 Januari 2021 pukul 19.00 WIB, baru 71.000 tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan registrasi vaksinasi covid-19 di Tanah Air. Angka tersebut cuma 14% dari jumlah SMS blast yang dikirim ke 500.000 nakes di 91 kota sejak Selasa (12/1).

“Kita tunggu. Registrasi akan ditutup pukul 24.00 WIB hari ini. Selanjutnya, Kemenkes akan melakukan evaluasi persiapan vaksinasi tahap 1 pada 14 atau 15 Januari 2021,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Ma’ruf, tadi malam.

Bagi nakes yang tidak menerima SMS blast atau SDM kesehatan yang tidak terdaftar di database, Anas mengatakan, mereka bisa mengirim e-mail ke vaksin@pedulilindungi.id dengan menyertakan surat keterangan dari fasyankes tempat dia bekerja.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 1,4 juta tenaga kesehatan yang akan divaksinasi karena dinilai memenuhi sejumlah kriteria. Vaksin yang digunakan produksi Sinovac Life Sciences China dan Bio Farma dengan efikasi 65,3% dari hasil uji klinis tahap III.

Pada Senin (11/1), vaksin itu dinyatakan halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama langsung menyerahkan sertifikat halal tersebut kepada PT Bio Farma, kemarin.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Sukoso mengungkapkan sertifikat halal itu mencakup tiga nama produk vaksin covid-19 yang diproduksi PT Bio Farma (Persero), yaitu Coronavac, Vaksin Covid-19, dan Cov2Bio.

Dengan keluarnya fatwa MUI, ahli virologi UGM Mohamad Saifudin Hakim meminta masyarakat untuk tidak lagi mempersoalkan kehalalan vaksin covid-19 Sinovac. “Semua vaksin tidak ada yang 100% aman, pasti ada efek samping tertentu. Namun, jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari vaksinasi, manfaat tersebut jauh lebih besar daripada efek sampingnya,” tuturnya. (Van/Bay/Ata/H-2)

 

Baca Juga

Antara

GeNose akan Dipakai Deteksi Korona di Transportasi Publik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:00 WIB
GeNose merupakan alat pendeteksi covid-19 buatan Indonesia, yang diinisiasi oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada...
Ist

480 Paket Bubur Bayi untuk Korban Gempa Sulbar

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 21:12 WIB
Sebanyak 480 paket bubur bayi disalurkan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Selasa...
MI/ Bary Fathahilah

Pemaksaan Siswi Berjilbab Akumulasi Pembiaran Kebijakan Intoleran

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 24 Januari 2021, 21:10 WIB
Pasalnya, kasus intoleransi di sekolah yang dilakukan secara terstruktur bukanlah kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya