Selasa 12 Januari 2021, 04:50 WIB

Berburu Darah Plasma Penyintas Covid-19

Suryani Wandari/H-2 | Humaniora
Berburu Darah Plasma Penyintas Covid-19

ANTARA /FAUZAN
Petugas PMI menunjukkan plasma darah atau plasma konvalesen dari pasien sembuh covid-19 di Kantor PMI Kota Tangerang, Banten, Kamis (17/12).

 

KASUS covid-19 di Tanah Air sedang tingi-tingginya. Selain kamar rawat inap di rumah sakit, ada satu hal lagi yang banyak dicari, yakni plasma darah konvalesen pasien covid-19 yang sembuh.

Pasalnya, plasma darah konvalesen mengandung zat antibodi yang membantu dalam melawan serangan virus dan menolong nyawa pasien covid-19 dengan gejala berat akibat komplikasi organ.

Dokter Siti Rosidah, salah satu tim covid-19 RSUD Koja, Tanjung Priok, Jakarta, ikut bergerilya mencari donor plasma dari penyintas covid-19 bergolongan darah O untuk teman sejawatnya yang terkena covid-19.

Perburuannya mulai dari meminta ke RS besar, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga media sosial. Akhirnya, dari media sosiallah ia berhasil mendapatkan satu kantong plasma darah. “Antrean di PMI panjang karena semua Indonesia merujuk ke sana. Jadi kita belum tentu bisa dapat,” ujar perempuan yang akrab disapa dr Ochie itu kepada Media Indonesia, Minggu (10/1).

Dari informasi yang disebar di media sosial, dr Ochie berhasil mendapatkan sejumlah calon donor dan diseleksi. Pada Jumat, 10 Januari 2021 plasma yang terpilih didapat dan disuntikkan ke pasien pada keesokan harinya. Sejauh ini, menurut dr Ochie, kondisi pasien terus membaik. “Rata-rata setiap pasien butuh 2 kantong,” ungkapnya.

Menurut salah satu penyintas covid-19, Jimmy, tidak ada reaksi tubuh yang berarti setelah ia mendonorkan plasma darah konvalesennya. Ia menyerukan pada penyintas covid-19 lainnya mendonorkan darah untuk menyelamatkan nyawa sesama. “Karena plasma kita dibutuhkan sama penderita,” ujarnya.

Untuk menjadi pendonor plasma konvalesen, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni diutamakan laki-laki dan negatif covid-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. (Suryani Wandari/H-2)

 

Baca Juga

Mi/Briyanbodo Hendro

Rerie : Ledakan Positif Covid-19 masih Rawan Terjadi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 17:40 WIB
''Ancaman ledakan kasus positif Covid-19 masih sangat besar tanpa kepatuhan penerapan prokes dan 3T dalam keseharian," kata...
Mi/Supardji Rasban

Kemendikbudristek Jelaskan Kekeliruan Data Klaster PTM

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 24 September 2021, 17:15 WIB
Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari...
Antara

Literasi Masyarakat Indonesia Rendah karena Kurangnya Akses dan Waktu

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 24 September 2021, 17:05 WIB
Literasi masyarakat masih lemah karena kurangnya akses kepada buku bacaan dan waktu, bukan karena rendahnya minat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya