Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
VAKSINASI ialah harapan yang dipercayai masyarakat dunia untuk bisa keluar dari cengkeraman pandemi covid-19. Namun, itu tidak berlaku bagi Natali, 45, yang menyandang penyakit autoimun.
Dari informasi yang didapatkannya dari internet, penyandang autoimun termasuk kelompok yang tidak bisa divaksin covid-19. “Mau tidak mau, saya harus berdamai dengan keadaan dan meningkatkan kewaspadaan supaya tidak tertular,” tuturnya kepada Media Indonesia, tadi malam.
Bukan hanya penyakit autoimun sistemis, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) tidak merekomendasikan vaksinasi covid-19 pada pasien komorbid lain, antara lain hipertensi, gagal jantung, jantung koroner, ginjal kronis, reumatik autoimun, dan kanker.
“Rekomendasi ini disusun spesifik untuk Sinovac,” sebut Ketua Umum Papdi, Dr dr Sally A Nasution SpPD K-KV FINASIM FACP dalam suratnya pada 18 Desember 2020.
Lantas, mengapa penyandang autoimun tidak bisa divaksin covid-19? Diketahui, penyakit autoimun terjadi akibat gangguan sistem imun atau kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit, tetapi malah menyerang tubuh itu sendiri.
Vaksinasi covid-19 bertujuan membentuk antibodi, sedangkan pada orang dengan autoimun, antibodinya rusak.
“Penyandang autoimun berisiko mengalami infeksi karena penyakitnya dan juga karena penggunaan obat yang dikonsumsi bisa menurunkan daya tahan tubuhnya,” ucap internal rheumatologist dari Siloam Hospital Lippo Village dr Sandra Sinthya Langow SpPD-KR dalam video singkatnya di Instagram @autoimunrematikinfo.
Namun, karena belum ada jaminan keamanan vaksin covid-19, Sandra menyarankan para penyandang autoimun bersabar menunggu penelitian lebih lanjut.
Disiplin 3M
Jubir vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan vaksinasi covid-19 memang dilakukan bertahap terhadap masyarakat yang rentan tertular seperti tenaga kesehatan.
“Ini akan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dan juga menimbulkan perlindungan kepada orang yang belum mendapatkan vaksin, termasuk orang lansia,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, perluasan sasaran vaksinasi covid-19 masih terbuka, merujuk pada hasil uji klinis tahap 3 dan izin Badan POM nantinya.
Bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin covid-19, Nadia meminta agar protokol kesehatan 3M ditegakkan, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun.
Sandra menyampaikan hal senada. “Gunakan masker surgical (bedah) karena penyandang autoimun rentan terkena bakteri maupun virus,” katanya.
Saat ini vaksin Sinovac masih menjalani fase uji klinis tahap 3. Vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech dari Tiongkok itu menggunakan inactivated virus atau virus yang sudah dilemahkan, bukan vaksin hidup.
Hal itu penting diketahui dan dipahami karena, menurut Sandra, penyandang autoimun yang menggunakan agen biologik atau prednisone jangka panjang >10 mg per hari tidak boleh mendapatkan vaksin hidup.
“Vaksin hidup menggunakan virus yang dilemahkan, tetapi masih hidup. Tidak direkomendasikan vaksin hidup untuk kondisi-kondisi ini,” jelasnya. (H-2)
Campak bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam merah di kulit. Di balik gejalanya yang tampak sederhana, virus ini dapat menyerang paru-paru hingga otak.
Saat ibunya diimunisasi maka zat antibodi-nya akan bisa masuk melalui plasenta dan saluran tali pusar ke si bayi
Masalah stunting di Indonesia belum kunjung reda. Namun, infeksi tersembunyi seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV) ternyata bisa memicu lahirnya bayi stunting.
Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat bersifat akut maupun kronis.
Vaksin memiliki beragam manfaat, antara lain untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit berbahaya seperti polio serta mencegah komplikasi berat yang dapat menyebabkan kecacatan.
Vaksin HPV yang selama ini dikenal sebagai perlindungan utama terhadap kanker serviks pada perempuan, kini direkomendasikan juga untuk anak laki-lak
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved