Sabtu 26 Desember 2020, 02:10 WIB

Lawan Tukak dan Kanker Lambung dengan Propolis

MI | Humaniora
Lawan Tukak dan Kanker Lambung dengan Propolis

Sumber: FKUI/Tim Riset MI-NRC

 

SEBUAH penelitian yang merupakan bagian dari Indonesia Wide Study of Helicobacter pylori menyebutkan propolis memiliki potensi sebagai pengobatan alternatif untuk tukak lambung yang disebabkan infeksi kuman Helicobacter pylori (H. pylori). Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Systematic Reviews in Pharmacy.

Dekan FKUI yang juga merupakan spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero-hepatologi, Prof Ari Fahrial Syam menjadi principal investigator untuk Indonesia dalam studi ini.

Propolis adalah getah campuran resin alami yang dibentuk lebah madu dari berbagai substansi tanaman, air liur, dan lilin lebah. Di Indonesia, Propolis merupakan produk obat tradisional yang dikenal karena beragam manfaatnya bagi kesehatan, salah satunya sebagai antibakteri.

Pada penelitian ini, Propolis yang digunakan berasal dari lebah jenis trigona di Sulawesi Selatan. Propolis dari daerah ini diyakini memiliki efek antitukak yang lebih baik jika dibandingkan dengan Propolis dari daerah lainnya. Sebelum diujikan, Propolis tersebut diekstraksi terlebih dahulu menggunakan pelarut etanol 70%.

Bakteri H. pylori diperoleh melalui pemeriksaan endoskopi lambung pasienpasien sakit mag di seluruh Indonesia. Khusus untuk riset Propolis ini, sampel diambil dari 6 kota dari 5 pulau Indonesia. Untuk mengonfirmasi identitas H. pylori, dilakukan berbagai pemeriksaan mulai pemeriksaan bentuk, pewarnaan Gram, hingga reaksi kimia.

Selanjutnya, H. pylori tersebut dikultur pada media agar darah hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan. Untuk penelitian ini, ada 10 varian genetik H. pylori yang diuji.

Efek aditif ini dapat dijumpai pada 2/3 varian genetik H. pylori. Sisanya, Propolis tidak memberikan efek karena nilai konsentrasi hambat minimum klaritromisin atau metronidazole pada varian tersebut tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan Propolis sebagai terapi tunggal untuk pasien-pasien tukak lambung akibat infeksi H. pylori kurang disarankan. Namun, potensi pembunuh bakteri dan efek aditif yang dimiliki propolis mendukung penggunaannya sebagai antimikroba alternatif atau tambahan melawan bakteri H. pylori.

Prof Ari berharap penelitian ini dapat membantu mengatasi masalah resistansi antibiotik dalam pengobatan pasienpasien tukak lambung.

“Memang penelitian ini masih membutuhkan uji klinis lebih lanjut agar kita dapat mengetahui lebih pasti efektivitas ekstrak Propolis terhadap kuman H. pylori, khususnya varian genetik yang resistan.

Walaupun begitu, melalui penelitian ini kita dapat melihat potensi dari Propolis sebagai pengobatan tukak lambung ke depannya apalagi mengingat angka resistansi antibiotik standar untuk terapi H. pylori di negara kita tinggi,” pungkas Prof Ari. (Ferdian Ananda Majni/H-3)

Baca Juga

Antara

Petani Dukung Rencana Pemerintah Audit Seluruh Perusahaan Sawit

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:38 WIB
Menurut serikat petani, audit sangat diperlukan untuk membenahi industri sawit. Pemerintah pun diminta serius dan menjangkau seluruh...
Ist

Semarak Surabaya 729 Tahun, The Alana Surabaya Ajak Tamu Cicipi Kuliner

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:32 WIB
Selain untuk memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya, program ini diadakan untuk memfasilitasi para tamu The Alana Surabaya yang datang...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Loloskan 20 Mahasiswa pada Program IISMA ke 11 Negara

👤Naviandri 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:20 WIB
Ke 20 mahasiswa UPI tersebut akan mengikuti perkuliahan di 19 universitas di 11 negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya