Senin 21 Desember 2020, 23:26 WIB

Agar Obat Herbal Dapat Ditanggung BPJS Kesehatan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Agar Obat Herbal Dapat Ditanggung BPJS Kesehatan

MI/Fransisco Carollio
Peneliti LIPI sedang memisahkan ekstrak daun ketepeng untuk membuat obat herbal

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) siap merevisi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Selama ini, beleid tersebut dinilai menghambat pengembangan dan pemanfaatan obat modern asli Indonesia (OMAI). Ini karena obat-obatan berbahan dasar herbal tidak masuk dalam daftar obat rujukan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kemenkes Oscar Primadi menyatakan untuk bisa masuk dalam daftar obat JKN, instansinya perlu memastikan persoalan mutu, manfaat obat, kualitas, serta faktor keamanan dari OMAI yang diusulkan. "Bukan tidak mungkin dilakukan perubahan sesuai perkembangan selama itu berpihak pada kepentingan publik. Ini kan demi kesehatan masyarakat," ujar Oscar dalam webinar Dialog Nasional Efek Covid-19 Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan yang diselenggarakan Kompas TV secara daring, Senin (21/12).

Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menurutnya, akan melakukan evaluasi sebelum menerbitkan izin edar suatu produk OMAI, sampai memasukkannya ke JKN. "Nanti payung besarnya adalah JKN. Kami perlu melakukan pembahasan pronas tersendiri mengenai fitofarmaka. Perlu duduk bersama karena untuk relaksasi harus dilakukan sesuai international practice dari WHO," jelas Oscar.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Septian Hario Seto menyatakan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk mendorong relaksasi daftar obat JKN agar OMAI bisa masuk dan digunakan dunia medis di Indonesia. "Awal tahun Pak Menko akan mengusulkan dilakukannya rakor khusus untuk ini, agar OMAI dibukakan pintu masuk ke JKN. Nanti produsen farmasi menawarkannya langsung ke dokter dan rumah sakit. Jangan kita tutup pintunya duluan," kata Seto.

Ia sekaligus mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang lebih dulu menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Farmasi. Dengan aturan TKDN produk farmasi yang baru, Kemenperin dinilai telah mendorong kemandirian industri obat nasional dengan bahan baku herbal dari dalam negeri.

"Kita harus kompak memasukkan TKDN sebagai komponen utama dan bahan bakunya ada di domestik. Namun, kami juga ingin pemain farmasi domestik bisa memberikan harga obat yang kompetitif. Jangan karena sudah diakomodasi masuk TKDN, lalu harganya dibuat tinggi," tegas Seto.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Muhammad Khayam menegaskan komitmen instansinya dalam meningkatkan kemandirian industri obat nasional yang selama ini sangat bergantung pada bahan baku impor. Dengan penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tersebut, Khayam menjelaskan perubahan penghitungan TKDN produk farmasi yang mempermudah produsen OMAI di dalam negeri.

"Sesuai aturan baru, menghitung TKDN obat tidak lagi memakai metode cost based, melainkan dengan metode processed based," jelas Khayam. Ia menjelaskan penghitungan nilai TKDN produk farmasi berdasar processed based dilakukan dengan pembobotan terhadap kandungan bahan baku active pharmaceuticals ingredients (API) sebesar 50%, proses penelitian dan pengembangan sebesar 30%, proses produksi sebesar 15% serta proses pengemasan sebesar 5%.

"Metode ini diharapkan dapat memperkuat dan mendorong pengembangan industri bahan baku obat (BBO), meningkatkan riset, dan pengembangan obat baru. Selain itu, dapat mengurangi impor bahan baku obat dan mendorong kemandirian bangsa di sektor kesehatan," paparnya. Kebijakan TKDN di sektor farmasi juga bertujuan berkontribusi dalam program pengurangan angka impor yang ditargetkan mencapai 35 persen pada 2022. Pasar dalam negeri dinilainya sangat potensial untuk berbagai produk farmasi dan alat kesehatan dengan kandungan lokal tinggi.

"Potensi pasar yang besar bagi industri farmasi juga menjadi peluang untuk menarik investor agar mengembangkan bahan baku obat di Indonesia," jelas Khayam. Berdasarkan data BPOM pada 2020, terdapat 129 industri obat tradisional. Tapi hanya 22 perusahaan yang memproduksi obat herbal terstandar (OHT). Lima perusahaan di antara perusahaan itu telah mengembangkan fitofarmaka. Selebihnya, tergolong dalam industri ekstrak bahan alam. Saat ini yang telah terdaftar di BPOM sekitar 11 ribu produk jamu, tetapi yang merupakan produk OMAI sejumlah 23 produk fitofarmaka dan 69 OHT.

Sepanjang tahun ini, pandemi covid-19 memberikan pengaruh signifikan terhadap industri manufaktur. Ada sektor industri yang terdampak berat akibat menurunnya permintaan atau tersendatnya arus logistik. Ada pula industri yang bisa tumbuh optimal maupun berpotensi untuk berkembang di tengah pandemi. Kemenperin mencatat pada triwulan III 2020 pertumbuhan sektor industri subsektor manufaktur terkontraksi -4,02%.

Jika dicermati lagi, ada subsektor yang mampu tumbuh positif dan menjadi penopang keseluruhan pelaku industri. Di antaranya industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh sebesar 14,96%. Ini disusul industri logam dasar sebesar 5,19%, industri pengolahan lain, jasa reparasi, pemasangan mesin dan peralatan sebesar 1,15%, serta industri makanan dan minuman sebesar 0,66%. (RO/OL-14)

Baca Juga

Antara

2.957 Pasien Korona Dirawat di Wisma Atlet kemayoran

👤Ant 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:39 WIB
Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (24/1) sebanyak 2.862...
Dok MI

Susu Sapi Penting untuk Cegah Stunting pada Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan...
Ilustrasi

Ini Pentingnya Yodium buat Ibu Hamil

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:55 WIB
yodium adalah mineral yang berhubungan dengan hormon tiroid yang mempengaruhi proses dan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya