Selasa 24 November 2020, 00:10 WIB

Jangan Kendur meski Angka Kasus Turun

Andhika Prasetyo | Humaniora
Jangan Kendur meski Angka Kasus Turun

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: SENO

 

KENDATI rata-rata kasus aktif covd-19 di Indonesia terus menurun, bukan berarti penanganan dan pengawasan menjadi kendur. Hal itu ditekankan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, kemarin.

“Rem dan gas betul-betul diatur. Jangan sampai kendur sehingga berisiko memunculkan gelombang kedua. Itu akan membuat kita setback, mundur lagi,” ucapnya.

Presiden tidak ingin hasil baik yang telah dicapai saat ini menjadi rusak karena kurangnya kewaspadaan dan lemahnya pengawasan. Karena itu, langkah-langkah pencegahan terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan harus dilakukan secara tegas.

“Lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin,” kata Jokowi. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, per 23 November rata-rata jumlah kasus aktif di Indonesia tercatat sebesar 12,78%, jauh lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 28,43%. Demikian juga dengan angka kematian yang turun menjadi 3,19%.

Kemarin, kasus positif covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 4.442 orang dan membuat angka kumulatifnya naik menjadi 502.110 orang.

Indikator positif lainnya diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Ia menyampaikan angka rasio pemulihan (recovery rate) kasus positif covid-19 di Indonesia terus meningkat. Pada minggu lalu angkanya berada di 83,92% dan kini menjadi lebih dari 84%.

“Angka itu jauh di atas rata-rata kesembuhan dunia yang masih di angka 69,2%,” kata Reisa dalam Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru bertema Tata laksana vaksinasi di Indonesia, kemarin.

Selain itu, sambungnya, lebih dari 3,5 juta penduduk Indonesia yang diuji PCR (swab) dan rasio positif covid-19 hanya mencapai 14%. “Artinya, lebih banyak kasus negatif covid-19 daripada yang positif,” tambah Reisa.


Gencarkan edukasi

Menurut Reisa, upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah untuk menekan penularan covid-19 ialah mewujudkan program vaksin untuk rakyat.

Meskipun vaksin akan datang, ujarnya, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman).

Pakar imunisasi Jane Soepardi menambahkan, imunisasi sangat efektif dalam mencegah penyakit menular. Sebelum vaksin ditemukan, ia mencontohkan, angka kematian akibat penyakit menular seperti campak, difteri, dan pneumonia sangat tinggi.

Dengan lahirnya vaksin, penyakitpenyakit menular berbahaya itu hilang. Walaupun masyarakat sering tidak menyadarinya, kata Jane, edukasi penting untuk diberikan.

“Jadi, masyarakat kita harus terusmenerus diberi pengetahuan tentang penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. Jangan sampai nanti lupa lalu menghindari vaksin sehingga muncul kembali penyakitpenyakit lama,” beber Jane.

Jane mengatakan vaksin jauh berbeda dengan obat. Vaksin akan diberikan kepada orang sehat sehingga syarat vaksin dibuat sangat ketat. (Ata/H-2) 

 

Baca Juga

Antara

Luhut : Mobile Lab Tes PCR Bakal Disebar ke Provinsi Lain

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:24 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, labotarium mobile tes PCR covid-19 buatan dalam negeri akan disebar ke provinsi...
ANTARA/RAHMAD

Presiden Tunjuk BKKBN Ketua Program Penurunan Stunting

👤Humaniora 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:20 WIB
Presiden Jokowi menargetkan tingkat stunting dapat turun menjadi 14 persen pada 2024, dari 27,6 persen di...
Ilustrasi

Waspada, Saat ini Sudah Ada 556 Klaster Keluarga di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:50 WIB
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan klaster perkantoran yang mencapai 312 klaster. Sejumlah klaster ini terjadi sebagai dampak dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya