Rabu 18 November 2020, 22:30 WIB

Edukasi Penanganan Bayi Prematur Perlu Terus Dilakukan

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Edukasi Penanganan Bayi Prematur Perlu Terus Dilakukan

Dok. Pribadi
Buku terkait penanganan bayi prematur karya Daulika Yusna

 

SALAH satu tantangan terpelik orang tua adalah ketika harus menerima “takdir” dan kenyataan memiliki bayi prematur. Kelahiran bayi prematur menimbulkan berbagai permasalahan yang rumit dengan lama perawatan yang sangat panjang. Hal ini  memberikan dampak medis, sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Angka kasus prematur di Indonesia 675.700 kasus per tahunnya dari sekitar 4,5 juta kelahiran bayi per tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kelahiran prematur tertinggi di dunia. 

Dokter Spesialis anak di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Daulika Yusna mengatakan, diperlukan adanya edukasi yang menyeluruh dan baik terkait bagaimana menghadapi kondisi seperti itu. Atas dasar itulah, ia berbagi pengetahuan dan pengalamannya seputar dunia bayi prematur yang ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Arti Hadirmu, Nak – Jelajah Hidup Bersama Bayi Prematur”.

"Bayi-bayi ini memerlukan uluran tangan yang penuh pemahaman dan kasih sayang dari dunia di sekelilingnya. Saya ingin mengajak semua pembaca untuk menjemput makna lewat berbagai peristiwa yang dituangkan dalam buku ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu sosok-sosok mungil ini menunjukkan kekuatan mereka,” ujar Daulika dalam peluncuran dan diskusi virtual, Rabu (18.11).

Dokter yang pernah mengikuti pendidikan fellowship di NICU University Medical Center Groningen, Belanda itu menambahkan, edukais terkait bayi prematur harus dilakukan secara holistik, mulai dari memahami seluk-beluk bayi prematur, prakondisi penyebab bayi lahir prematur, potensi masalah dari melahirkan secara prematur, persiapan mental dan finansial yang perlu dipahami.

"Dengan penanganan yang baik, diharapkan bayi-bayi prematur calon penerus bangsa ini dapat memiliki kualitas hidup yang baik di masa depan," ujarnya.

Baca juga : Penguatan Karakter Generasi Z di Masa Pandemi

Buku yang ditulis bersama Risma El Jundi itu terbagi atas dua bagian. Di bagian awal buku, Daulika menuliskan permasalahan dan penanganan medis pada bayi prematur yang dipadukan dengan kisah kesehariannya. Bagian kedua buku ini menghadirkan kisah-kisah perjuangan beberapa orangtua dari anak prematur.

“Saya harap buku ini tidak hanya memberikan edukasi medis, namun juga motivasi dan inspirasi bagi seluruh orangtua.” tutur ibu dari 3 orang anak ini.

Diterbitkan oleh Penerbit Stiletto, buku ini dapat diperoleh melalui website atau akun media sosialnya.

Pendiri Konumitas Premature Indonesia Agung Zentyo Wibowo mengatakan, pengetahuan dalam buku itu menjadi oasis bagi para orang tua bayi prematur yang awam dan minim informasi mengenai bayi prematur.

"Alur pembahasan medis yang dituliskan dengan sangat baik dan mudah dicerna. Rangkaian kisah para orang tua juga menggambarkan hebatnya perjuangan yang harus dilalui, menunjukkan bahwa kita tidak sendirian dalam situasi ini,” ujar Agung yang juga seorang dokter.

Penyanyi yang juga seorang ibu dari anak kembar yang lahir prematur, Cynthia Lamusu mengatakan, buku karya Daulika mengingatkannya pada masa perjuangan sebagai orangtua bayi prematur,

"Yang saya suka, rangkaian kalimat di buku ini menyentuh kalbu, tidak berat, tetapi penuh makna,” pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ist

Kemenkes: Penting Deteksi Dini Tangani Penyakit Kusta

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:25 WIB
Kondisi disabilitas pada penderita kusta bisa terjadi bila penyakit kusta tidak segera diobati sehingga mengakibatkan kerusakan saraf...
Istimewa

PGRI: Peningkatan Skor PISA Sulit Dicapai Lewat Merdeka Belajar

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:20 WIB
Kebijakan Merdeka Belajar di era Menteri Nadiem Makarim belum mampu menaikkan skor Programme for International Student Assessment (PISA)...
Instagram

Kejar Target Penurunan Emisi, KLHK dan KKP Kaji Potensi Karbon Biru

👤Atalya Puspa 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:50 WIB
Pemerintah akan mengkaji potensi karbon biru untuk mempercepat target penurunan emisi gas rumah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya