Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pemerintah Daerah Diminta Gencarkan 3T Guna Tekan Covid-19

Ferdian Ananda Majni
11/11/2020 05:39
Pemerintah Daerah Diminta Gencarkan 3T Guna Tekan Covid-19
Polisi melakukan kampanye sosialisasi menggunakan masker dan cuci tangan saat hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Sudirman, Jakarta.(MI/Susanto)

PERKEMBANGAN penanganan covid-19 sudah berjalan baik. Namun, pada perkembangan mingguan, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan masih terdapat catatan untuk beberapa provinsi.

Perkembangan kasus covid-19 tingkat nasional, pekan ini, cenderung ke arah yang kurang baik dibanding pekan sebelumnya. Terjadi peningkatan kasus positif sebesar 8,2%.

"Jangan sampai yang terlihat tren penurunan kasus yang semu. Karena tren penurunan kasus minggu lalu ternyata diakibatkan testing (pemeriksaan) yang juga menurun. Hal ini jadi pembelajaran kita semua terlepas ada masa libur. Dan daerah harus menggencarkan 3T (testing, tracing, dan treatment)," tegas Wiku dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (10/11).

Baca juga: Kepastian Vaksin Dorong Perbaikan Belanja Konsumsi

Pada pekan ini juga, Satgas Penanganan Covid-19 mengapresiasi 5 provinsi yang pada pekan lalu berhasil keluar dari 5 besar provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi. Kelima provinsi itu adalah Sumatra Barat, Kepulauan Riau, DIY, Papua Barat, dan Papua.

Wiku berpesan agar prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditekan penambahan kasus aktifnya.

Meski demikian, yang sangat disayangkan, provinsi yang sebelumnya keluar dari 5 besar, pekan ini, malah kembali masuk 5 besar. Yakni Jawa Tengah naik 919, Jawa Barat naik 833, DKI Jakarta naik 410, Kalimantan Timur naik 207, dan Kalimantan Barat naik 199.

"Kenaikan (pekan ini) terpusat di Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Dimohon 5 provinsi ini untuk jangan lengah. Kami melihat tren 5 besar bahwa 5 besar penambahan kasus positif mingguan tertinggi, masih konsisten pada 10 provinsi pekan ini dan sebelumnya. Tidak ada perubahan secara signifikan," lanjut Wiku.

Sama halnya dengan kasus aktif, penambahan kasus kematian mingguan juga mengalami kenaikan 3,6% dari pekan sebelumnya.

Pekan ini, ada 5 besar provinsi yang masih perlu menekan angka kematiannya, yaitu Jawa Tengah naik 25, Jawa Timur naik 10, Sumatra Selatan naik 9, Banten naik 8, dan Sumatra Utara naik 8.

Sementara itu, persentase meninggal tertinggi berada di Jawa Timur 7,14%, NTB 5,46%, Sumatra Selatan 5,39%, Jawa Tengah 4,95% dan Bengkulu 4,62%.

"Persentase ini cenderung terus menurun dari pekan-pekan sebelumnya. Jawa Tengah berhasil menurunkan angka kematian menjadi 4%, sebelumnya berminggu-minggu ada di angka 5%. Ini adalah perkembangan yang kita harapkan kearah yang lebih baik," harap Wiku.

Di samping itu, meski kesembuhan secara nasional terus bertambah setiap harinya, jumlah kesembuhan pekan ini mengalami perlambatan sebesar 6,7% dari pekan sebelumnya.

"Sudah 3 Minggu berturut-turut kasus sembuh mengalami penurunan, dan minggu inilah terjadi perlambatan paling besar. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan," sebutnya.

Harusnya, jumlah kesembuhan dijaga dan terus bertambah. Pihaknya sudah mendorong seluruh provinsi untuk mencontoh agar terus meningkatkan angka kesembuhannya.

Pada pekan ini, Wiku menyebut ada 5 provinsi kenaikan kesembuhan tertinggi. Di antaranya Aceh naik 1.018, Jawa Tengah naik 229, Nusa Tenggara Barat naik 145, Kepulauan Riau naik 134, dan Papua naik 129.

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi pekan ini berada di Gorontalo (94,32%), Bali (91,66%), Kalimantan Selatan (90,89%), DKI Jakarta (90,79%), dan Sulawesi Selatan (90,07%).

"Untuk pertama kalinya, DKI Jakarta masuk dalam 5 besar provinsi dengan persentase kesembuhan yang tinggi. Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus meningkatkan layanan kesehatan sehingga angka kesembuhannya meningkat," jelas Wiku.

Kepada provinsi-provinsi lainnya, Wiku berpesan agar terus berlomba-lomba meningkatkan angka kesembuhannya. Dan jika membutuhkan bantuan dapat menghubungi pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya