Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Kampung Zakat sebagai bagian dari Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan yang diresmikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi hadir di Distrik Muaratami, Jayapura, Papua.
Selain Kampung Zakat, proper daerah binaan Kementerian Agama juga berupa program wakaf produktif, pemberian bantuan ormas Islam dan majelis taklim, renovasi sarana ibadah, pemberdayaan penyuluh agama, pembinaan imam dan remaja masjid, serta bantuan perlengkapan salat, Alquran, hingga sembako.
Program ini sudah berjalan sejak 2018. Total ada tujuh proper daerah binaan yang telah diresmikan. Selain di Papua, sebelumnya diresmikan proper daerah binaan di Kabupaten Sambas (Kalbar), Kabupaten Bekasi (Jabar), Kabupaten Indragiri Hilir (Riau), Kabupaten Donggala (Sulteng), Kabupaten Aceh Singkil (NAD), dan Kutai Kartanegara (Kaltim).
Baca juga: Hari Pahlawan, Mensos Minta dibuat Museum setiap Daerah
“Proper hadir untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Papua,” kata Wamenag Zainut Tauhid, di Jayapura, dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin (9/11).
Zainut mengutarakan sebagai bagian dari Proper Daerah Binaan, keberadaan Program Kampung Zakat di Papua bertujuan membangun masyarakat yang mandiri melalui pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedakah (ZIS). Kemandirian itu diharapkan terbangun, baik secara ekonomi, pendidikan agama dan keagamaan, maupun kesehatan dan sosial kemasyarakatan.
“Proper Daerah Binaan, termasuk di dalamnya Kampung Zakat ini didisain untuk kurun tiga tahun, mulai dari perintisan, pelaksanaan, dan kemandirian. Tiga tahun dari mulai dicanangkan, harus terbangun kemandirian masyarakat,” pesannya.
“Program ini bertujuan memberdayakan potensi ekonomi umat dan ikut mengentaskan kemiskinan sekaligus menjaga dan memelihara esensi ajaran agama yang hakikatnya peduli sesama," sambungnya.
Selain terkait pemberdayaan ekonomi, kata Wamenag, Proper Daerah Binaan juga diarahkan untuk memperkuat moderasi beragama dan melestarikan tradisi keagamaan yang ramah budaya lokal. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag juga oleh Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Pusbimdik Konghucu.
Selain Proper Daerah Binaan, kata Zainut, Kemenag sebelumnya telah mencanangkan Program Kita Cinta Papua. Kedua program ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah teradap anak-anak Papua agar lebih ditingkatkan prestasinya, sumberdaya manusianya, agar pemahaman keagamaannya.
“Program ini juga memberikan dukungan peningkatan sarana prasarana ibadah. Termasuk membangun jembatan kesetiakawanan antara Papua dengan Aceh agar dari Sabang sampai Merauke terjalin rangkaian jembatan persaudaraan yang cinta damai,” tuturnya.
Sesuai namanya, Wamenag berpesan bahwa program percontohan ini harus bisa menjadi contoh yang bisa dikembangkan di daerah lainnya. Dampak dari program ini juga mesti dirasakan masyarakat. “Saya berharap Pemda memberi dukungan aktif agar program ini berjalan dan berkelanjutan minimal dalam kurun waktu 3 tahun ke depan sehingga manfaat proper ini berkesinambungan dan semakin banyak yang merasakan,” tukas Zainut. (H-3)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global.
Usia Situs Gunung Padang berupa pundan berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved