Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Vaksin Merah Putih Keniscayaan

Atikah Ishmah Winahyu
06/11/2020 23:55
Vaksin Merah Putih Keniscayaan
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro(MI/Andri Widiyanto)

SEBAGAI negara yang memiliki 270 juta penduduk, kemandirian lewat pembuatan vaksin Merah Putih merupakan sebuah keniscayaan dalam mencegah penyebaran covid-19 sebab vaksin tidak cukup diberikan satu kali.

“Indonesia harus punya kemandirian, baik kemandirian paling tidak untuk manufakturnya maupun yang perlu didorong juga ialah kemandirian dalam pengembangan bibit vaksinnya,” tegas Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro saat wawancara eksklusif bersama Media Indonesia, Jumat (6/11).

Vaksin Merah Putih adalah vaksin covid-19 yang menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan peneliti Indonesia dari Eijkman, LIPI, UI, UGM, ITB, dan Unair.

Bambang optimistis Indonesia memiliki kemampuan untuk bisa mandiri dalam membuat vaksin. Ia berkaca pada pengalaman di masa lalu, ketika Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bisa mengembangkan vaksin hepatitis B dan BUMN PT Bio Farma sukses memproduksi vaksin polio.

Namun, kata Bambang, harus dipahami pembuatan vaksin dan vaksinasi covid-19 merupakan pekerjaan jangka panjang hingga 5 tahun ke depan, bukan hanya pada 2021. Apalagi, untuk mencapai kekebalan massal atau herd immunity, sedikitnya 180 juta penduduk Indonesia harus mendapatkan vaksin. “Pemberian vaksin juga tidak cukup dilakukan hanya satu kali,” sergahnya.


Siapkan Rp300 miliar

Vaksin Merah Putih saat ini dalam pengujian pada hewan di Laboratorium BSL 3 LIPI dan diperkirakan selesai pada akhir 2020. Setelah itu, bibit vaksin tersebut dapat diberikan kepada PT Bio Farma untuk kemudian diuji klinis.

Anggaran Rp10 miliar dikucurkan untuk pengembangan riset vaksin Merah Putih di Eijkman dan akan disiapkan Rp300 miliar untuk keperluan uji klinis vaksin pada 2021.

“Sangat mungkin (harganya) nanti di bawah US$5 (setara Rp71 ribu dengan kurs saat ini) per dosis,” ungkap Bambang.

Pemerintah, kata Bambang, berkomitmen memastikan untuk mempercepat pengembangan vaksin, tanpa mengorbankan keamanan dan efektivitas. Harapannya, di triwulan IV/2021 vaksin Merah Putih sudah digunakan secara massal.

Selama vaksin Merah Putih belum siap digunakan, kata Bambang, Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia menggunakan vaksin hasil kerja sama dengan luar negeri. Namun, jika vaksin Merah Putih telah selesai diproduksi, Indonesia akan berhenti mengimpor vaksin dari luar negeri.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla juga meyakini vaksinlah yang bisa menyelesaikan pandemi. Ia mengatakan, sejumlah negara produsen vaksin, seperti Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat pasti akan mengutamakan kebutuhan dalam negerinya sebelum mengirimkannya ke negara lain termasuk Indonesia.

Untuk diketahui, sebanyak 198 vaksin covid-19 sekarang sedang dikembangkan di seluruh dunia. Dari jumlah itu, beberapa tengah menjalani uji coba fase 3 terakhir. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya