Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pentingnya Edukasi Tentang Menjaga Jarak Saat Pandemi Covid-19

Surya Sriyanti
06/11/2020 08:19
Pentingnya Edukasi Tentang Menjaga Jarak Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi--Sejumlah murid Madrasah Al Hidayah 2 mengikuti kegiatan Gerakan Bersama (GEMA) melawan covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat.(ANTARA/Candra Yanuarsyah)

BERDASARKAN Survei AC Nielsen bekerja sama dengan UNICEF mengatakan kebanyakan masyarakat berpikir penularan covid-19 melalui orang yang batuk dan bersin (71%). Hanya 23-25% responden yang menyebut penularan covid-19 terjadi melalui aktivitas berbicara dan bernafas.

Hal itu menjelaskan mengapa menjaga jarak dianggap tidak terlalu perlu saat berbicara dengan orang lain selama lawan bicara tidak batuk atau
bersin.

"Perlu edukasi tentang menjaga jarak," kata anggota Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Rita Juliawaty dalam rilis Satgas Covid-19 Kalteng, Kamis (5/11).

Baca juga: Ibu Positif Covid-19 Tetap Bisa Menyusui

"Untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perubahan perilaku saat ini, penting juga untuk mengetahui media penyalurannya yang tepat," ujar Rita.

Sumber informasi yang paling dipercayai masyarakat mengenai covid-19, lanjutnya, adalah media massa televisi, kemudian diikuti koran, radio, media sosial, WhatsApp Group, pemberitaan media daring, dan situs internet.

"Pentingnya edukasi lebih lanjut membantu membentuk kerangka berpikir masyarakat agar mengubah perilaku pencegahan covid-19 lebih disiplin
lagi. Pastikan untuk penanganan covid-19, masyarakat mengakses sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan jumlah akumulasi data, sampai dengan Kamis (5/11), pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kalimantan Tengah bertambah  sebanyak 50 orang dengan total kasus mencapai 4.424 orang, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 18 orang, dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 157 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 3,5%. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya