Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA harus masuk di era revolusi digital 4.0 meski masih ada kesenjangan yang cukup lebar dalam menerapkan pemahaman digital di masyarakat.
“Kita masih kekurangnan 9 juta talenta digital di tahun 2015-2030. Kesenjangan talenta digital level A bisa mencapai 1,3 juta di tahun 2020 dan bertambah mencapai 3,8 juta di 2030. Kita harus memperkecil gap ini,” tutur Dekan Fisip Universitas Sumatra Utara (USU) Muryanto Amin dalam webinar bertema Digital akademik, kemarin.
Untuk mengatasi kesenjangan itu, menurutnya, dosen perlu merekronstruksi Tri Dharma dengan melakukan pembelajaran secara terintegrasi, berorientasi pada hasil, menerapkan kurikulum yang lebih fleksibel, dan menerapkan kerja sama antar bidang (multiple helix).
Di samping itu, perguruan tinggi juga perlu menstimulus inovasi seperti berinovasi dalam melakukan penelitian dan pembelajaran, membiasakan dosen dan mahasiswa bekerja sama dalam proses pendidikan.
Pandemi covid-19 diakui telah mengubah kebiasaan pembelajaran di perguruan tinggi. Armin Arsyad Dekan Fisip Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam webinar itu menjelaskan kemajuan teknologi dan informasi komunikasi telah sangat membantu dunia pendidikan.
“Pembelajaran tidak lagi dilalukan dengan kaku di dalam kelas secara luring, bisa secara daring, bisa berinteraksi melalui gadget. Pembelajaran jauh lebih simpel, cepat, mudah, dan efisien,” katanya.
Dengan terjadinya perubahan sosial seperti ini, imbuhnya, dosen terbagi menjadi tiga golongan, yakni pertama yang bisa mengikuti perubahan dari analog ke digital, kedua ada yang strees tapi bisa mengikuti, dan ketiga adalah tertinggal sama sekali. “Ini banyak dialami oleh dosen-dosen senior yang menjelang pensiun,” pungkasnya. (Aiw/H-1)
HID merilis Security and Identity Report 2026 yang mengungkap 7 tren utama keamanan global, mulai dari biometrik hingga integrasi identitas fisik-digital.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Micro decision fatigue adalah situasi ketika otak lelah karena terus-menerus membuat keputusan kecil, sehingga kita menjadi lebih reaktif dan kurang waspada.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved