Selasa 15 September 2020, 05:18 WIB

Berpacu dengan Waktu Mendapatkan Vaksin

Ant/X-7 | Humaniora
Berpacu dengan Waktu Mendapatkan Vaksin

Medcom.id
Ilustrasi

 

TIM Pengembangan Vaksin Covid-19 bersinergi dan berpacu dengan waktu untuk mendapatkan vaksin dalam mengatasi pandemi covid-19 di Indonesia.

“Vaksin harus cepat kita dapatkan. Semakin cepat, semakin banyak pula nanti masyarakat mendapatkan herd immunity (imunitas populasi) atau imunitas penduduk sehingga jumlah yang positif covid-19 makin kecil,” ujar Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Kementerian Riset dan Teknologi Ali Ghufron Mukti, kemarin.

Penemuan vaksin, lanjutnya, merupakan salah satu upaya penting dalam menangani masalah pandemi covid-19. Pemberian vaksin dapat mencegah seseorang terinfeksi covid-19. Itu yang juga menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia di masa pandemi ini. “Dengan pembentukan tim percepatan pengembangan vaksin covid19, berbagai sinergi, koordinasi, dan kolaborasi untuk membuat dan melakukan upaya strategis dalam percepatan pengembangan vaksin covid-19 akan semakin diperkuat,” tambahnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil menjalani penyuntikan vaksin Sinovac tahap kedua, di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahradi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa.

Kang Emil memohon doa kepada warga Jabar agar hasil dari suntik vaksin tersebut dalam dua minggu ke depan ada reaksi positif yang baik, yaitu meningkatnya imunitas dan antibodi terhadap covid-19.

Sementara itu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Tiongkok (CCDC), Gao Fu, mengatakan pihaknya tidak membutuhkan pemberian vaksinasi covid-19 kepada masyarakat dalam skala besar, namun tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya efek peningkatan ketergantungan antibodi (antibody dependent enhancement/ADE) yang dapat menyebabkan kegagalan respons sistem kekebalan tubuh.

“Pada saat perkembangan vaksin covid-19 mengalami terobosan yang luar biasa, baik di dalam maupun di luar negeri, tidak perlu diberikan dalam skala besar, mengingat pandemi di Tiongkok telah berhasil dikendalikan,” ujarnya kepada pers Minggu (13/9).

Gao Fu menyarankan penghematan penggunaan vaksin dan memberikan prioritas kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, seperti penduduk setempat yang bekerja di negara berisiko tinggi atau petugas kesehatan yang sehari-hari bersinggungan dengan wabah tersebut. Sebagai petugas medis, Gao sendiri telah disuntik kandidat vaksin covid-19 pada Juli lalu. (Ant/X-7)

Baca Juga

Dok: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Koordinasi Kementerian Lembaga Diperkuat untuk Tangani Bencana

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:00 WIB
Peningkatan kolaborasi Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana dapat dilakukan secara faktual dan dilaksanakan...
Dok Medco.id

Varian B117 Tidak Pengaruhi Keparahan Pasien Covid-19

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 05 Maret 2021, 08:15 WIB
Masyarakat tidak perlu khawatir dengan varian baru tersebut karena tidak ada laporan soal hubungan antara varian Inggris ini dengan derajat...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Wiku: Mutasi Virus Lazim di Masa Pandemi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 07:16 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menerangkan bahwa terjadinya mutasi virus atau varian baru virus adalah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya