Sabtu 12 September 2020, 13:00 WIB

Buruknya Transparansi Data Covid-19 Perparah Penularan

Deden Muhamad Rojani | Humaniora
Buruknya Transparansi Data Covid-19 Perparah Penularan

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Mural covid-19

 

Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 menilai bahwa pemerintah belum memberikan informasi yang transparan mengenai dampak dan penanganan pandemi covid-19.

Salah satu yang dianggap buruk adalah penyampaian soal pendataan, pelaporan dan informasi, terutama terkait dengan hasil tes, tracing, dan angka kematian kepada publik.

“Itu mempengaruhi persepsi dan respons publik. Ketidaktransparanan juga terjadi di lingkungan sekitar dan pekerjaan, sehingga menyebabkan kebingungan dan ketidakpercayaan publik,” ujar inisiator Lapor Covid-19, Yoesep Budianto, Sabtu (12/9) dalam keterangan tertulisnya.

Budianto mengatakan angka dan data kematian yang disampaikan pemerintah bermasalah. Data pemerintah daerah berbeda dengan pemerintah pusat. Bahkan, lanjutnya, data nasional pun ada beberapa versi.

Baca juga: IDI Sebut 83% Nakes Kelelahan Tangani Covid-19

“Pencatatan oleh Rumah Sakit Online menunjukkan jumlah korban jiwa terkait covid-19 rata-rata hampir tiga kali lipat dari yang dilaporkan secara resmi ke publik,” tambahnya.

Budianto menyatakan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 masih terus meningkat. Bahkan angkanya sudah lebih dari 200.000 kasus di seluruh Indonesia. Kenaikan kasusnya konsisten, di atas 2.000 kasus tiap harinya.

Namun, menurut Yoesep, penularan virus covid-19 di komunitas belum diketahui. "Karena angka yang dilaporkan ibarat fenomena gunung es yang disebabkan keterbatasan pemeriksaan yang dilakukan," jelas Yoesep.

Masalahnya, kata Yoesep, hingga saat ini hanya beberapa daerah yang konsisten melaporkan jumlah orang yang diperiksa. "Salah satu di antaranya DKI Jakarta,” pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya