Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 1.927 bencana alam yang melanda Indonesia mulai Januari 2020 sampai Agustus 2020. Itu semua merupakan bencana tahunan.
"Dari jumlah tersebut, 99% merupakan bencana hidrometerologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung dan kekeringan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati di Jakarta, Selasa (1/9).
Banjir menjadi bencana terbanyak sepanjang 2020. Tercatat, sudah ada 726 kejadian banjir di Indonesia, diikuti puting beliung 521 kasus, tanah longsor 367 kasus, kebakaran hutan dan lahan 256 kasus, gelombang pasang dan abrasi 24 kasus, kekeringan 16 kasus, gempa bumi 12 kasus, dan erupsi gunung api lima kasus.
Baca juga: Sebanyak 726 Banjir Terjadi Sepanjang 2020
"Jumlah kejadian bencana tersebut mengakibatkan 290 orang meninggal dunia dan hilang, 421 mengalami luka-luka, dan 3,8 juta mengungsi," ujar Raditya.
Selain bencana alam itu, sebanyak 804 gempa bumi juga sudah terjadi di Indonesia sepanjang 2020. Puluhan gempa besar bahkan pernah melanda Tanah Air di tahun ini.
"Dari jumlah tersebut, gempa dengan magnitudo 7 terjadi sebanyak 27 kali, dan kurang dari magnitudo 7, 77 kali. Sebanyak 49 kali gempa dirasakan oleh warga," ujar Raditya. (OL-1)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved