Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tes Air Liur, Indonesia Tunggu WHO

MI
22/8/2020 00:55
Tes Air Liur, Indonesia Tunggu WHO
Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan tes usap atau swab test anggota polisi Polres Metro Tangerang(ANTARA)

SEJUMLAH negara telah mengembangkan tes deteksi covid19 lewat air liur karena dinilai lebih praktis, murah dan cepat daripada dua tes lainnya, yakni antibodi rapid test dan swab test (tes usap). 

Tes ini bahkan sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Saat ditanya apakah Indonesia akan menggunakan tes air liur itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan lampu hijau dari FDA saja belum cukup. 

Indonesia masih akan menunggu sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Masih terlalu dini. Harus direview dulu dan melihat bagaimana WHO menilainya,” kata Wiku kepada Media Indonesia, Jumat (21/8).

Ia menegaskan Indonesia akan mempertimbangkan untuk menerapkan tes air liur tersebut apabila WHO sudah mengeluarkan rekomendasi. Saat ini sendiri, ujar Wiku, Indonesia masih berupaya meningkatkan cakupan test PCR agar lebih cepat dalam menemukan kasus covid-19. 

Selain itu, rapid test juga akan terus dilakukan dengan tujuan skrining atau penapisan agar memperkecil potensi penularan. Masih tertinggal

Dari data statistik yang dirilis laman worldometers Jumat, 21 Agustus 2020, Indonesia berada di peringkat ke-23 negara dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak, yakni sebanyak 149.408 orang. Untuk total pengujian, Indonesia sudah melakukan sebanyak 1.969.941 orang atau 7.192 orang per 1 juta penduduk.

Angka ini jauh tertinggal jika dibanding dengan Pakistan dan Brasil, dua negara dengan populasi yang hampir sama dengan Indonesia. Pakistan yang memiliki 221 juta penduduk telah melakukan pengujian kepada 2,39 juta orang atau 10.789 per 1 juta penduduk, sedangkan Brasil sudah menguji 14 juta orang atau 64.616 per 1 juta penduduk.

Rendahnya deteksi covid-19 Indonesia juga kalah dengan Singapura yang sudah melakukan pengujian ke 1,74 juta orang dan Filipina 2,2 juta orang. (Ata/H-2) 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya