Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat menjadi salah satu dari 22 tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya oleh Presiden Joko Widodo.
Saur mengungkapkan penghargaan tersebut bukan merupakan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bagi industri pers secara umum.
Ia pun tidak lantas berpuas diri dengan Bintang Jasa Nararya yang didapat hari ini. Saur melihat masih banyak hal yang harus dilakukan media terutama dalam memerangi berita-berita bohong yang berkeliaran di masyarakat.
Ketika media sosial bermunculan dan berisikan banyak informasi yang belum teruji kebenarannya, jurnalisme harus menjadi barometer kebenaran.
"Jika ada ujaran kebencian atau hoaks, masyarakat tahu harus kembali ke kita untuk mencari kebenaran," tegasnya di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (13/8).
Baca juga: Jurnalis Senior Saur Hutabarat Dianugerahi Bintang Jasa Nararya
Demi mencapai hal tersebut, kata Saur, kualitas, kapasitas dan kreativitas harus terus dipelihara. Konten-konten harus diperkaya yang kemudian diikuti konsistensi.
"Jangan sekarang bagus, besok jelek. Tapi, di atas semua itu, kita harus mencapai trust. Jadi setelah sekian itu, ujungnya adalah trust," jelas Saur.
Jika pers sudah bisa memberikan rasa percaya, masyarakat dengan sendirinya tidak akan termakan berita bohong. Masyarakat akan mencari pemberitaan yang profesional, yang kompeten, yang bisa dipercaya untuk dikonsumsi.
"Dunia boleh berubah, teknologi boleh maju lebih cepat, generasi baru datang, tetapi jurnalisme itu harus terus menjadi pedoman. Kalau ada kontroversi, orang mencari apa yang terjadi dengan kontroversi itu, orang mencari fakta dan itu kekuatan kita karena kita sangat menghormati fakta. Di luar pers bisa terjadi kesimpangsiuran, bisa terjadi berita palsu, ujaran kebencian, tapi kita harus bisa menjadi patokan," tandasnya. (A-2)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Selain program pelatihan, Kementerian HAM juga akan menggelar kompetisi karya jurnalistik yang berfokus pada isu-isu hak asasi manusia.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved