Selasa 11 Agustus 2020, 19:55 WIB

Sekolah di 14 Daerah di Sumbar Bisa Gelar Sekolah Tatap Muka

Yose Hendra | Humaniora
Sekolah di 14 Daerah di Sumbar Bisa Gelar Sekolah Tatap Muka

MI/Vicky Gustiawan
Ilustrasi sekolah tatap muka.

 

Sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumatra Barat (Sumbar) diperbolehkan membuka sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan atas izin pemerintah pusat. Namun, keputusan soal membuka sekolah diserahkan kepada masing-masing 14 kepala daerah.

Daerah tersebut terdiri dari 10 zona kuning yang saat ini telah diizinkan membuka sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sementara 4 lagi adalah zona hijau.

''Menteri Pendidikan sudah bolehkan sekolah tatap muka langsung di zona hijau dan kuning yang rendah potensi penularan. Tapi tidak dipaksakan. Di Sumbar ada 14 zona hijau dan kuning,'' ujarnya, kemarin.

Baca Juga: Pemkab Pesisir Selatan Siapkan SOP Belajar Tatap Muka di Sekolah

Daerah yang termasuk zona hijau ada 4, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Sijunjung. Sedangkan daerah 10 zona kuning di Sumbar adalah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten 50 Kota, Kota Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat.

''Sementara daerah yang menjadi orange ada 5 yaitu Kota Solok, Sawahlunto, Padang Kabupaten Solok, Kabupaten Agam,'' katanya.

Menurutnya peningkatan angka kasus covid-19 di Sumbar belakangan membuat peralihan status daerah di Sumbar berdasarkan zona di era pandemi ini terjadi begitu cepat. Daerah hijau bisa saja sewaktu-waktu berubah menjadi kuning, daerah kuning menjadi orange.

Baca Juga: Orangtua Boleh Tolak Belajar Tatap Muka

Kepala Disdik Sumbar Adib Alfikri mengatakan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan di daerah dengan zona kuning dan hijau. Pelaksanaan belajar mengajar dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

''Kita ikut dengan semua prosedur, tidak ada permasalahan. Pokoknya kewenangan provinsi atas SMA dan SMK yang ada di daerah kita, ikut bupati/wali kota. Kalau mereka buka sekolah kita juga buka,'' katanya, Selasa (11/8).

Menurutnya semua masih berjalan dengan baik sampai saat ini. Saat ini juga sudah ada sekolah yang melaksanakan belajar mengajar secara tatap muka. Kebijakan dilakukan sesuai edaran dari Kemendikbud. (YH/OL-10)

Baca Juga

ANTARA

Menkes Diminta Presiden Bahas Akhir Pandemi dengan WHO

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:13 WIB
Keputusan untuk mencabut kewajiban memakai masker harus menunggu arahan dari Kepala Negara yang didasarkan pada data dan fakta di lapangan,...
Ist

Prevalensi Narkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi Capai 3,2%

👤Faustinus Nua 🕔Senin 03 Oktober 2022, 16:21 WIB
Dari jumlah mahasiswa yang terpapar narkoba tersebut, tercatat sebanyak 13% mengalami...
MI/Ramdani

Agustus, Kunjungan Wisman ke RI Capai 510,2 Ribu

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:42 WIB
Secara kumulatif dalam periode Januari-Agustus 2022, BPS mencatat sebanyak 1,73 wisatawan mancanegara telah berkunjung ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya