Minggu 02 Agustus 2020, 12:15 WIB

Kurikulum Darurat Tak Kunjung Terbit, Guru Diimbau Berinisiatif

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kurikulum Darurat Tak Kunjung Terbit, Guru Diimbau Berinisiatif

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Seorang guru mengajar murid SLB Negeri 5 di area TPU Petamburan, Jakarta, Kamis (30/7) di tengah pandemi covid-19

 

PARA guru  dituntut untuk bisa berperan menjadi pelaksana sekaligus pengembang kurikulum agar proses belajar mengajar di masa pandemi covid-19 berjalan baik. Keterlambatan Kememterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menerbitkan kurikulum darurat tidak bisa dijadikan alasan pembelajaran terhenti.  

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menuturkan hal itu terkait dengan banyaknya keluhan dari para guru yang mengaku kesulitan melaksanakan pengajaran khususnya pada saat pandemi masih berlangsung. "Para guru seharusnya jangan menunggu pemerintah menerbitkan kurikulum darurat. Penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan sendiri oleh guru sebagai pelaksana serta pengembang kurikulum," ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini telah berjalan sekitar dua minggu sejak dimulai pada 13 Juli 2020 lalu. Namun, sampai sekarang Kemendikbud tidak kunjung menerbitkan kurikulum darurat untuk pembelajaran di masa pandemi covid-19.

Cecep menambahkan pada dasarnya guru memiliki dua posisi, yaitu sebagai pelaksana kurikulum. Tapi guru juga harus memosisikan diri sebagai pengembang kurikulum," tegasnya, Minggu (2/8).

Kurikulum formal yang dibuat oleh Kemendikbud, katanya, sebetulnya kurikulum yang sifatnya mati dalam pengertian dokumen. Kurikulum itu bisa hidup manakala dihidupkan oleh kreativitas dan inovasi para guru untuk melaksanakan sekaligus mengembangkan isi kurikulum.

Guru yang kreatif dan inovatif seharusnya mampu mengembangkan kurikulum, yakni dengan menyeleksi atau menyederhanakan bahan-bahan ajar dalam kondisi pandemi, dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa jenuh.

Menurut Cecep, guru merupakan ujung tombak dari penerapan kurikulum, sehingga mereka harus mampu mengaplikasikan kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus melatih para guru agar memiliki kemampuan tersebut.(H-1)

 

Baca Juga

DOK RTV

Program Unggulan Morning Show RTV terbaru 'Caca Marica'

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 10:36 WIB
Program yang berdurasi 30 menit ini akan membahas info-info dari social media atau berita online yang sedang berkembang dan relate dengan...
AFP/BANDAR AL-DANDAN

Fatwa MUI Haramkan Masker Jemaah Haji Perempuan Kecuali Darurat

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 November 2020, 10:35 WIB
Keadaan darurat atau kebutuhan mendesak (al-hajah al-syar’iyah) antara lain adanya penularan penyakit yang...
DOK KEMENSOS

Mensos Juliari Batubara, Menteri Terpopuler di Media Digital 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 10:21 WIB
AHI 2020 juga menanugerahkan predikat sama untuk Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendikbud Nadiem Makarim,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya