Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Novrizal Tahar, mengatakan pihaknya sangat mendukung seluruh pihak untuk melakukan daur ulang sampah khususnya sampah plastik.
"Beberapa sampah plastik itu kalau dikelola dengan baik, memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Misalnya botol air mineral yang masuk dalam jenis poly ethylene terephthalate (PET) yang bisa diolah menjadi botol lagi. Atau produk-produk lain," kata Novrizal saat dihubungi, Jakarta, Rabu, (29/7).
Baca juga: Menyusuri Peta Jalan Pendidikan Ideal Indonesia
Disebutnya, upaya mendorong daur ulang sampah yang juga dapat menciptakan ekonomi alternatif bagi masyarakat tersebut, merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan sampah plastik di masyarakat.
"Pemerintah selalu sampaikan ada 3 pendekatan yang simultan yang selalu kita dorong, pertama bagaimana pembatasan penggunan plastik itu dilakukan, kedua kita mendorong ke arah silkular ekonomi, dan ketiga Kita mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan limbah sampah," jelasnya.
Ia menyebutkan, dikarenakan limbah sampah jenis PET memiliki nilai ekonomi cukup tinggi, saat ini bila melihat ke pembuangan akhir jumlah sampah jenis PET hampir sulit ditemukan.
"Nah itu kecenderungannya sudah hampir habis itu di lapangan jenis botol plastik, gelas plastik. Limbah jenis itu rate daur ulangnya hampir 100 persen," jelasnya.
Bahkan disebutnya, pihaknya juga telah mengeluarkan regulasi terhadap produsen untuk bertanggung jawab atas sampah produknya. Artinya para produsen bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan penarikan kembali atas limbah packagingnya.
"Dan ini sudah mulai bergerak juga ini temen-temen produsen, bahkan ada yang sudah berkolaborasi dengan sejumlah bank sampah yang dikelola masyarakat untuk penarikan packagingnya yang jadi sampah," sebutnya.
Ia memahami bahwa dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan limbah sampah bukan hal yang mudah, namun ia percaya jika pendekatan tersebut selalu dilakukan masyarakat perlahan akan mulai terbiasa.
"Bagaimanapun, kampanye harus terus dilakukan tentunya ini bukan persoalan mudah, Ini kan persoalan kultural serta persoalan prilaku ya, itu saya fikir kalau nanti sudah menjadi gaya hidup dengan sendirinya juga pelan-pelan akan mengalami perubahan," harapnya.
Sementara itu, saat ditanya terkait tren pengelolaan sampah di masyarakat saat ini, Novrizal mengaku masyarakat khususnya kaum milenial sudah mulai bergerak ke arah pengurangan penggunaan sampah plastik.
"Ada kecenderungan terjadinya orang-orang membatasi mengurangi penggunaan plastik, khususnya single use plastic. Jadi ada kecenderungan dikalangan milenial khususnya kalau ke kafe atau tempat makan mereka sudah tidak minta sedotan, membawa kantung belanja sendiri, dan beberapa juga di tempat makan dan kafe itu sudah mengurangi penyediaan plastik," ucapnya.
Sehingga, ia beranggapan bahwa ada tren perubahan prilaku publik khususnya kaum milenial dalam pengelolaan limbah sampah ke arah yang lebih baik.
"Jadi memang, ada tren perubahan prilaku publik terutama anak-anak milenial. Cuman memang ini kan bukan persoalan yang ringan jadi memang harus sebanyak mungkin kita dorong perubahan paradigma dari setiap orang terkait pengelolaan limbah sampah plastik," tukasnya.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved