Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA jalan pendidikan dibutuhkan untuk mencari sistem model pendidikan nasional yang tepat untuk mengantisipasi perkembangan dunia di masa depan. Pola-pola pengajaran yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus segera diperbaharui.
Pernyatan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam acara Forum Diskusi Denpasar 12 yang dilaksanakan secara virtual. Rerie sapaan akrabnya menyebut peta jalan pendidikan nasional menjadi sebuah keniscayaan bagi perjalanan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.
"Pola-pola pengajaran yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus diperbaiki untuk menghasilkan karakter kebangsaan yang kuat," kata Rerie di Jakata, Rabu (29/7).
Dalam diskusi yang terselenggara melalui kerja sama DPP Partai NasDem Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, Rerie melanjutkan pola-pola pengajaran yang diterapkan saat ini masih mengacu pada pola. Salah satu contohnya yakni guru sebagai tenaga pengajar yang hanya memberi informasi secara satu arah ke murid.
"Padahal dalam perkembangan saat ini, proses mendapat pengetahuan bisa didapat dari berbagai sumber. Oleh karena itu, peta jalan pendidikan nasional diharapkan bisa mengakomodasi perkembangan dunia saat ini," tuturnya lebih lanjut.
Rerie melanjutkan, peran pemerintah dalam upaya menjalankan peta jalan pendidikan nasional sangat besar. Konstitus melalui UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dan ayat 2, mengamanatkan bahwa Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dan menjamin biaya pendidikan untuk setiap warga negara Indonesia.
Baca juga : Pendidikan Indonesia Dinilai Baru Belajar Merdeka
"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memiliki peran penting dalam menyukseskan pencapaian prioritas nasional pemerintah, yakni meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dikdasemen Kemendikbud RI Hamid Muhammad menjelaskan, pemerintah telah memiliki program Merdeka Belajar sebagai salah satu bagian dalam menyempurnakan peta jalan pendidikan. Program ini ditujukan untuk memperbaiki atau mengatasi kendala yang dihadapi dalam proses pendidikan di Tanah Air selama ini.
"Untuk menjalankan program ini memang dibutuhkan perbaikan dalam sejumlah sektor yaitu sektor infrastruktur dan teknologi; perbaikan kebijakan, prosedur dan pendanaan; perbaikan kepemimpinan dan perbaikan kurikulum," tegas Hamid.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sekolah Sukma di Aceh, Ahmad Baedowi menilai program Merdeka Belajar yang diusung Kementerian Pendidikan merupakan program yang baik. Kemendikbud tinggal menyempurnakan perbaikan dan fokus pada sektor yang sedang diprioritaskan oleh pemerintah dalam upaya menuju pelaksanaan program Merdeka Belajar.
Kejelasan dalam merealisasikan perbaikan di sejumlah sektor pendukung program Merdeka Belajar bisa mempercepat pelaksanaan program tersebut," tutur Baedowi. (OL-7)
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved