Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN kalangan netizen menyebut tes swab dapat memengaruhi kerusakan otak. Padahal, tes swab menjadi salah satu metode mendeteksi virus korona atau covid-19 pada manusia.
Tes dilakukan dengan mengambil sampel lendir, dahak, atau cairan di daerah nasofaring atau orofaring pada pasien. Ada yang mengatakan tes usap hidung telah menusuk otak. Bahkan, sebagian mengibaratkannya dengan lobotomi atau tindakan bedah otak yang berlangsung pada pertengahan abad 20.
Baca juga: Buntut Purnomo Covid-19, Wali Kota dan DPRD Solo Tes Swab
Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Anton Sony Wibowo menegaskan tes usap (swab) aman dilakukan serta tidak membahayakan atau merusak otak.
"Tidak benar swab test covid-19 bisa merusak otak karena hanya dilakukan sampai nasofaring atau dinding paling belakang hidung dan rongga mulut," kata Anton di Yogyakarta, Sabtu (25/7).
Baca juga: Wakil Wali Kota Solo Positif Covid-19, Jokowi Jalani Swab Test
Ia menjelaskan lokasi penghalang darah otak relatif jauh dari lokasi anatomi tempat tes usap. Selain itu, penghalang darah otak dilindungi tulang dasar otak yang relatif kuat.
Anton mengatakan tes itu tidak akan merusak penghalang darah otak, kecuali pada kondisi tertentu. Misalnya, pecahnya dinding dasar otak akibat tumor atau trauma.
"Swab test sampai sekarang menjadi diagnosis utama covid-19 karena bisa mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh," kata dia.
Baca juga: Umumkan Hasil Swab Test, Jokowi: Alhamdulillah Negatif
Selain tes usap, rapid test antibodi merupakan metode yang digunakan untuk skrining awal covid-19. Hanya saja, Anton menyebutkan, tes cepat ini memiliki akurasi lebih rendah dibandingkan swab test karena hanya baru bisa mendeteksi antibodi dalam tubuh saja, bukan keberadaan virus korona. (Ant/X-15)
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
LONGSORNYA gunungan sampah di TPST Bantargebang yang mengewaskan 7 orang pada 8 Maret lalu menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekedar isu lingkungan.
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Pakar kebencanaan UGM Dwikorita Karnawati menjelaskan lubang raksasa di Aceh Tengah bukan sinkhole, melainkan mahkota longsoran akibat gerakan tanah dan erosi yang terus berkembang.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
Pembekalan literasi digital diperlukan sebagai solusi untuk mengantisipasi penyebaran hoaks menjelang Pemilu 2024.
transformasi digital membawa arus informasi yang begitu cepat sehingga terdapat celah untuk masuknya konten negatif seperti informasi palsu atau hoax.
Kominfo bentuk Satgas Anti Hoaks demi wujudka pemilu damai
Tujuh capaian disepakati pada pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN yang bertanggung jawab di bidang informasi di Da Nang Vietnam.
Komunitas Difabel Aceh belajar mengenali ciri-ciri berita hoaks
Program ini pun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi dan menyebarkan informasi yang akurat dan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved